oleh

20 TKI Terancam Hukuman Mati, Fahri: Jangan Membawa Jimatnya ke Arab Saudi 

JAKARTA, INIKATA.com – Terkait 20 TKI asal Indonesia yang masih menanti hukuman mati di Arab saudi, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyebut, kejadian ini sebenarnya  terkait pembangunan sistem Nasional yang saat ini masih bobol.

Menurutnya, Bobolnya sistem ini dalam  pengertian datanya tidak jelas karena rakyat, ada beberapa di Luar Negeri bahkan sebagain masyarakat Indonesia berada di luar negeri menjadi pekerja imigran. Untuk itu, pemerintah harus mengaupdate semua penduduk Indinesia yang bekerja di Luar Negeri agar gampang di lacak dimana ia bekerja.

“Update ini yang kita lakukan supaya melacak keberadaan mereka kerja dimana, karena tenaga kerja diluar memang harus betul-betul  merupakan tanggung jawab negara, sebab UU dasar kita mengamanatkan melindungi segenap bangsa Indonesia merupakan tanggung jawab negara,” kata Fahri kepada Wartawan di Gedung DPR RI Rabu , (21/3/2018).

Fahri menyebut, data base terkait tenaga kerja Indonesia (TKI) tentu harus menjadi fokus perhatian pemerintah, dan harus di tuntaskan agar tidak lagi terulang seperti ini.

“Pemeintah harus menuntaskan database makanya kementerian dalam negeri harus lebih kongkrit karena basis itu ada pada proyek e-ktp. kadang-kadang karena isu ini malu mengakui e-ktp itu bagus datanya kuat. saya kira ini yang paling penting,” jelasnya.

Selain itu Fahri juha menghimbau kepada tenanga kerja di Luar Negeri khususnya di Arab Saudi jika ada jimat-jimatnya janganlah dibawa kesana.

“Saya sarankan janganlah dibawa jimat-jimatnya ke Arab Saudi kerena ini akan menyelakakan dirinya nantinya,” tandas Fahri. (**)

Komentar