Cerita Ketidakadilan Klan YL Dari Mantan Ketua PB IPMIL Raya

6 Agustus 2017 23:06
Mantan ketua Pengurus Besar (PB) Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL), Muh Said Azis

MAKASSAR,INIKATA.com– Mantan ketua Pengurus Besar (PB) Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL), Muh Said Azis membeberkan beberapa catatan “hitam” klan Yasin Limpo (YL) selama memimpin Sulawesi Selatan (Sulsel) terkhusunya bagi masyarakat Luwu.

“Saya tidak mau mengomentari lebih jauh terkait pasangan dengan tagline Punggawa lantaran tidak begitu substansi menurut saya. Saya cuman mau menghimbau kepada seluruh masyarakat tana Luwu Raya dalam momentum Pilgub Jangan lagi mau di bodohi untuk kesekian kali Nya dan sudah cukup lama kita dianak tirikan dengan pemerintahan sekarang,” katanya, Minggu (6/8/2017).

Bagi Said, Pernyataan itu disimpulkan setelah pemerintahan SYL selama dua periode ini hanya memfokuskan pembangunan yang dijalankan oleh pemerintahan di Kabupaten Gowa yang saat itu dijabat oleh IYL (Adik Kandung Syahrul Yasin Limpo).

Harusnya lanjut Said, pemerintah provinsi Sulsel lebih jelih lagi melihat potensi pembangunan berdasarkan sumber daya yang asli daerah.”Salah satu contoh, Pabrik kakao yang seharusnya di bangun di tana Luwu sebagai daerah penghasil kakao justru di bangun di Gowa akibat Nya kini pabrik tersebut terbengkalai,” tambahnya.

Apalagi, Kabupaten luwu  merupakan salah satu daerah yang eksportir terbesar di Sulsel, hal itu kata Said, selama ini tidak dibarengi dengan pembangunan insfraktuktur untuk lebih memacu tingkat perekonomian.

“Kawasan Luwu merupakan komoditi ekspor terbesar di Sulsel namun realita yang ada malah sangatlah kontras dengan pembangunan yang di tana luwu dan sangat memperhatinkan,” terangnya.

“Masyarakat tanah Luwu jangan lagi melanjutkan kolonialisme di kampung yang memiliki simbol payung itu dan berhenti menjadikan luwu sebagai sapi perah,” Tutupnya.