Curhatan Anak Petani Miskin di Luwu, Sawahnya “Dirampas” di Penghujung Kuliah

8 Agustus 2017 17:29
Asri Yusuf, putra daerah Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu terpaksa harus menumpahkan kisahnya yang kelam akibat kebijakan pemerintah setempat, kala itu tanah tempat kedua orang tuanya menggantungkan hidup tersentuh proyek bendungan.(ist)

MAKASSAR, INIKATA.com – Asri Yusuf, putra daerah Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu terpaksa harus menumpahkan kisahnya yang kelam akibat kebijakan pemerintah setempat, kala itu tanah tempat kedua orang tuanya menggantungkan hidup tersentuh proyek bendungan.

Proyek pembangunan Bendungan Irigasi Tomatoppe yang terletak di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, diakui Asri tidak memberi kompensasi ke keluarganya, saat itu Bupati Luwu dijabat Andi Mudzakkar atau yang dikenal dengan sapaan Cakka yang saat ini maju di Pemilihan Gubernur bersama Ichsan Yasin Limpo.

“Selama itu tidak ada hasil panen selama tiga tahun karena tidak ada kompensasi lantaran tidak memperhitungkan dampak dari adanya proyek tersebut. Ditambah lagi dengan tidak adanya kiriman uang dari orang tua saya untuk menyelesaikan studi akhir di salah satu perguruan tinggi di Makassar,” kata Asri, (8/8/2017).

Tidak adanya kompensasi membuat Acci sapaan Asri harus berjibaku mencari uang untuk terus melanjutkan kuliah demi masa depan yang dia cita citakan, selain uang kuliah, dia juga dibenturkan dengan kebutuhan sehari hari yang tak bisa tidak dipenuhi.

“Pada saat itu tahun 2011 silam saat proses pembayaran kuliah tidak adanya kabar untuk melanjutkan biaya pendidikan dan terpaksa saya harus bersabar,” jelasnya.
(**)