Unik, Pria Asal Palopo Akhiri Masa Lajang Menggunakan Konsep Panjat Tebing

9 Agustus 2017 20:21
Pria Asal Palopo Akhiri Masa Lajang dengan panjat tebing

PALOPO, INIKATA. com – Pesta pernikahan di Sulawesi Selatan tepatnya di Kota Palopo terbilang unik. Sebab resepsi pernikahan pasangan Haerul Salim (Ellunk) dengan Nurbaeti sengaja di konsep dengan nuansa unik dan dianggap pesta pernikahan paling spektakuler di tahun 2017 tahun ini.

Konsepnya memang unik beda dari suasana pesta pernikahan pada umumnya. Bayangkan saja pesta pelaminan dengan konsep ala panjat tebing (Rock Climb). Ya, kebetulan sang mempelai laki-lakinya adalah seorang atlit panjat tebing yang juga seorang pencinta alam.

Resepsi pernikahan ini memiliki makna tersendiri bagi kedua mempelai dan syarat serta akan menjadi sorotan bagi kaula yang akan menggelar acara pesta pernikahan mendatang.

Salah seorang panitia Sahri Wahyuni mengatakan, para tamu undangan nantinya akan berdiri sambil mencicipi sajian makanan ringan serta jenis minuman buah beraneka rasa dan coffe drink.

“Konsep pesta ini memang jarang digunakan atau dipakai diresepsi pernikahan lainnya yang menggunakan gedung indoor dan pelaminan dan panggung permanen pada ujung ruangan gedung yang berdekorasi full bunga,” kata Sahri, Rabu, 9 Agustus 2017 saat di konfirmasi Inikata.com, Rabu (9/8/2017).

Lebih lanjut dikatakan Sahri, disini tamu undangan bisa melihat balutan kemasan menarik bersuasana adventure dan dresscode white. Sehingga perpaduan adventure dan keromantisan bersatu padu di lokasi outdoor wedding standing party di acara ini.

“Ini pertanda kesaklaran dan kesucian sebuah pernikahan dua insan muda yang akan dipersatukan dalam bingkai rumah tangga tertuang di sini,” ungkapnya.

Sehari sebelum resepsi pernikahan kedua mempelai ini, menyiapkan sarana pelengkap seperti perahu karet dan alat diving ( watersport), jeeproad, motorcross, atv, tenda dome, gantungan 100 hammock,100 bola lampion juga disajikan yang akan meyakinkan dan menggugah perasaan para tamu undangan untuk bertahan lama menikmati potret alam penuh pesona.

“Kebetulan yang punya hajat ini adalah senior kami. Beliau juga senior anggota Mapala UMI Makassar,” tutur Sahri.

Tidak lupa pula lantunan musik akustik Ragge dan full Rock n Roll akan melengkapi keunikan resepsi ini. Dan ini tentunya akan semakin bisa menambah suasana makin gelap gempita.

Di sini juga tersedia Photo booth berukuran 3 x 7 meter yang ditempatkan di pojok selatan arah kompas area lokasi wedding ini.

Photo booth ini diperuntukkan sebagai wadah selfie ceria dan tempat santai memandang seluruh lokasi yang telah disetting sedemikian apiknya.

“Untuk tamu yang hadir di hari pesta perkawinan alumni Fakultas Pertanian UMI ini”, ujarnya.

Resepsi pernikahan ini mengambil waktu di sore hari dengan pertimbangan banyak hal. Di samping itu, beberapa property, ornamen dan pelengkap acara seperti sarana fun climbing telah rampung 90%.

Resepsi ini akan semakin menarik lagi bagi para tamu undangan karena dikabarkan salah seorang atlet internasional, Hery Hermawan akan menghadiri resepsi Haerul Salim dengan Nurbaeti.

Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sulsel, Imam Subekti mengatakan atlit international yang pernah meraih medali emas di ajang olahraga Asian Games Palembang akan hadir di acara ini.

“Atlit itu hadir akan melakukan eksebisi di dinding lead yang tingginya 15 meter nantinya,” kata Imam.

Sementara mempelai pria, Hairul Salim (Ellunk) ketika dikonfirmasi langsung mengatakan dirinya bersama rekannya dari Gamapala Palopo dan Mapala UMI Makassar sengaja mengambil konsep dan memuat design ini.

Dikatakan Ellunk, dekorasi pelaminan yang ornamik menempel tepat di bawah dinding panjat, pas median pelataran gedung olahraga Kota Palopo berbentuk seperti tenda pendaki raksasa berwarna biru langit, lamming putih dan hamparan karpet merah menunjukkan bahwa pesta ini masih mengikuti budaya dan kearifan lokal di Tanah Luwu.

“Karena jiwa adventurer saya hingga sekarang ini masih melekat dan masih terpatri di dada dan tetap menggelora,” ujar Ellunk-spaan Hairul dengan penuh semangat.

Selain itu, lanjut ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia cabang Kota Palopo ini mengaku menyiapkan baliho raksasa di sisi depan dinding panjat speed setinggi 17 meter yang diisi berbagai logo lembaga/ organisasi yang pernah digeluti Haerul untuk berorganisasi.

Logo-logi itu, kata Ellunk menandakan organisasi yang ia tempati belajar hingga sekarang ini, seperti Mapala UMI, FPTI, Gamapala Palopo, KNPI, HMI, AMPI, KOSGORO 1957.

“Masih banyak lagi pengalaman yang saya dapat di organisasi itu. Ini perhelatan sekali dalam seumur hidup,” ungkapnya.

Selain itu, pernikahan aktivis ini akan menjadi momentum sejarah bangsa Indonesia Merdeka, sebab acara hari H pesta pernikahan ini juga diselenggarakan di bulan Agustus, walupun tanggalnya berbeda yaitu di tanggal 9 Agustus, tapi bukan berarti kehilangan makna.

Pemaknaannya adalah ketika tanggal dijumlahkan dengan bulan maka hasilnya akan 17, begitupun dengan tahun 2017.

“Dengan angka 17 tersebut, menandakan bahwa angka 17 adalah angka yang bermakna satu tujuan untuk meraih mahligai rumah tangga yang Samawa Mawaddah dan Warahma.. Amin”, ujar suami dari Nurbaety ini yang sudah melakukan akad nikah Selasa, 8 Agustus 2017.

“Menjadi harapan kami buat teman-teman yang tidak sempat mendapatkan undangan, minta maaf karena suatu keterbatasan dan kealfaan saya sebagai manusia biasa sehingga kalau ada waktu buat saudara, bapak, ibu, teman dan handai tolan bisa menyempatkan hadir untuk memberikan doa restu dan salaman qalbu kepada saya di hari paling berbahagia saya”, pinta bung Ellunk.(**)