Gadis Asal Indonesia Jadi Bintang Film “Esek-esek” di Jepang
10 September 2017 13:49
Sera Amane.(Foto: IST Via Fajar)

INIKATA.com– Seorang gadis berwajah oriental yang kini mejadi artis bingtang film panas di Jepang, Sera Amane mendadak tenar di tanah air. mengapa?

Karena Sera disebut-sebut berasal dari Indonesia dan kini menjadi bintang film porno di Jepang. Tak pelak hal itu mengundang perhatian netizen Indonesia.

Perempuan berkulit mulus itu katanya mulai bergabung dengan JAV (Japanese Adult Video) sejak Juli 2017 lalu. Sera disebut-sebut mahasiswi Jepang asal Indonesia. Sera diberitakan melakukan syuting film perdananya di Indonesia, seperti yang terlihat dari potongan video yang beredar di Youtube.

Namun hingga kini belum ada fakta otentik yang membuktikan Sera Amane sebagai warga Indonesia. Kabar tentang Sera hanya menyebar dari satu media ke media lain tanpa ada sumber yang jelas.

Hampr semua media online hanya mengutif akun facebook dengan nama Gilang Ramadhan Akz. Dari kabar yang ada, perempuan ini katanya memiliki cerita hidup yang menyedihkan. Katanya, Sera Amane adalah seorang mahasiswi yang sedang menjalani pendidikan di negeri sakura Jepang.

Lalu, di pertengahan pendidikannya, sang ibu dikabarkan sakit keras. Dia pun harus mencari uang untuk membantu sang ibu berobat. Selanjutnya, Sera Amane bertemu dengan seorang fotografer yang menemukan bakat Sera di depan kamera. Karena kecantikan parasnya dan bentuk tubuh yang menarik, Sera Amane ditawari menjadi bintang film porno.

Sera pun tergiur bayaran besar. Uang hasil main film itu akan digunakan untuk pengobatan ibunya. Informasi dari berbagai sumber, untuk bermain di satu film, bintang porno Jepang biasanya dibayar sekitar Rp125 juta.

Setelah sepakat jadi bintang porno, Sera Amane diajak syuting di Jakarta sekaligus untuk menemui ibunya. Sera Amane melakukan syuting untuk film perdananya yang berdurasi 125 menit bersama dengan dua orang bintang porno laki-laki berusia 40 tahun.

Video Sera Amane pun diburu netizen. Salah satu video Sera Amane saat berada di Indonesia sudah ditonton 66 ribu orang.(Inikata/Fajar)