Ada “Tangan Gaib” Bantu Jen Tang Lolos Dari Jeratan Hukum
14 Maret 2018 0:16
Pengurus ACC Sulawesi

MAKASSAR, INIKATA.com – Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi melihat vonis bebas Rusdin dan Jayanti di Pengadilan Tinggi pada Jumat lalu, terjadi dikarenakan Soedirjo Aliman alias Jen Tang (JT) memiliki “Tangan-tangan Gaib” (invisible hand) yang mampu melepaskannya dari jerat pidana.

Dia yang kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi sewa lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo Kota Makassar mampu memainkan skenario di Pengadilan Tinggi melalui tangan-tangan gaib yang dimilikinya.

“JT memiliki banyak “tangan-tangan gaib (invisible hand)” di institusi penegak hukum di Sulsel. Vonis bebas Sabri, Rusdin dan Jayanti hanyalah bagian kecil dari itu,” kata Kepala Bidang Data dan Investigasi ACC Sulawesi, Wiwin Suwandi, Selasa (13/3/2018) kemarin.

Dalam hal itu, Wiwin juga mengungkapkan, keputusan institusi penegak hukum yang telah memvonis bebas Sabri dari Pengadilan Tipikor Makassar. Serta Rusdin dan Jayanti yang hanya diberi vonis ringan tentu hanya skenario hakim untuk dapat mengelabuhi publik tentang keterlibatan JT dalam kasus tersebut.

Menurutnya, sejak saat itu ACC telah menduga dengan kuat, bila banding Rusdin dan Jayanti merupakan skenario yang sengaja dimainkan untuk dapat bebas di Pengadilan Tinggi.

Wiwin juga menambahkan, jika JT kuat di Mahkamah Agung (MA) maka besar peluang JT akan lepas dari vonis pengadilan, bahkan tidak menuntut kemungkinan kasus tersebut dapat dihentikan di Kejati Sulsel.

“Tugas JT sekarang adalah mengamankan vonis ketiganya di MA, terhadap upaya kasasi yang dilakukan Kejati Sulsel,” tandasnya.

Sementara Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin mengatakan, dalam penanganan perkara tersebut akan tetap diproses pada tahap penyidikan. Menurutnya saat ini pihaknya masih terus berupaya melacak keberadaan Jen Tang yang masih berstatus buron (DPO).

“Kita tetap terus berupaya untuk mengusut kasus ini,” tegas Salahuddin.

Salahuddin juga menambahkan, terkait penanganan perkara kasus Jen Tang akan tetap berjalan. “Kita tetap optimis dan berupaya bekerja semaksimal mungkin, untuk menuntaskan perkara tersebut,” pungkasnya.(**)