oleh

Ancaman Money Politik Menghantui Pilwalkot Makassar

MAKASSAR, INIKATA.com — Dalam setiap perhelatan pilkada maupun pemilu di Indonesia, salah satu masalah yang mengancam proses demokrasi itu money politik.

Sama hannya pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar yang akan di ikuti oleh pasangan Munafri Arifuddi-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) yang akan digelar pada 27 Juni mendatang.

“Semakin mendekati waktu pemilihan semakin gencar para kandidat maupun pendukung mensosialisakan dukungannya termasuk pendukung kotak kosong.

Hal ini diungkapkan oleh pengamat politik Universitas Hasanuddin, Sukri Tamma pada inikata.com saat dikonvirmasi via whatsap, Kamis (31/5/2018).

“Untuk pilkada Makassar, meski dalam kondisi satu kandidat tapi potensi kecurangan termasuk money politik bukannya berkurang, hal ini sangat mungkin terjadi sebagai salah satu jalan yang mungkin saja ditempuh untuk menggiring dukungan rakyat,” ungkap Sukri.

Meski hal tersebut secara formal dilarang, namun ancaman akan money politik dari kedua pihak tetap saja berpotensi muncul terutama pada masa masa mendekati hari pencoblosan

“Ini tentu jadi tantangan tersendiri untuk para penyelenggara pemilu termasuk pihak pihak yang berkepentingan terhadap pilkada ini agar dapat lebih demokratis,” ungkapnya.

Menyikapi indikasi terjadinya money politik, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kota Makassar berencana akan membentuk relawan pengawas untuk mengantisipasi.

“Kami juga masih sementra berkordinasi untuk membentuk relawan pengawas,” kata Humas Panwaslu kota Makassar, Moh. Maulana saat dikonfirmasi Inikata.com melalui pesan elektroniknya pada Kamis (31/5/2018).

Tentu, Panwaslu yang mempunyai wewenang penuh dalam mengatasi segala macam bentuk pelanggaran pilkada. Sehingga untuk menghindari adanya money politik, Panwas melakukan penguatan kapasitas terhadap sumberdaya Panwascan dan PPL. (**)

Komentar