Berawal Dalam THM, Aniaya Korban di Warung Coto, Penjual Daging Ditangkap Polisi
14 Maret 2018 22:03

MAKASSAR, INIKATA.com – Seorang penjual daging Asrullah alias Asrul (22) bersama dengan sepupunya Fadli Indrawan alias Aco (25) harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran diduga melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama. Keduanya melakukan penganiayaan di dalam rumah makan coto Gagak, Jalan Gagak, Kota Makassar, Selasa (13/3/2018) kemarin.

Kedua pelaku berhasil diamankan setelah mendapat informasi dari masyarakat terkait keberadaan pelaku di daerah Teuku Umar.

Tim Jatanras Polrestabes Makassar yang mendatangi lokasi langsung mengamankan pelaku Asrul terlebih dahulu. Dan pelaku Aco yang merupakan sepupu Asrul juga ikut diamankan beserta barang bukti berupa senjata tajam pisau penyayat daging yang tengah berada di Rumahnya, Jalan Teuku Umar 1 No 9 Kota Makassar.

Dihadapan petugas pelaku mengaku telah melakukan penganiayaan terhadap korbanya Amiruddin setelah berselisih paham dengan korban di Tempat Hiburan Malam (THM), Jalan Nusantara.

Kala itu, Asrul tidak menerima perlakuan korban dan langsung memanggil Aco bersama rekannya yang berinisal FD (DPO), JY (DPO) untuk melakukan penganiayaan secara bersama-sama menggunakan senjata tajam di dalam rumah makan coto Gagak.

“Korban yang dianiaya saat itu mengalami luka tikaman pada bagian tangan sebelah kanan yang harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Andi Mapoddang Makassar guna mendapatkan perawatan medis,” kata Dantim Jatanras Polrestabes Makassar, Aiptu Muhammad Kemal melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (14/3/2018).

Selain tersangka petugas juga menyita barang bukti berupa, 1 buah anak panah (busur), 1 buah ketapel, 3 buah senjata tajam pisau pengiris daging, 1 buah jaket yang digunakan pelaku saat melakukan penganiayaan, 1 unit sepeda motor Yamaha N Max warna hitam silver bernopol DD 2969 RE, dan 1 unit sepeda motor Honda Scopy warna pink bernopol DD 4904 QC yang digunakan pelaku menuju lokasi penganiayaan di Mapolrestabes Makassar guna proses lebih lanjut. (**)