oleh

Beredar Kabar Nurdin Abdullah Akan Jalani Chemotherapi, Begini Reaksi Tim Prof Andalan

MAKASAR, INIKATA.com – Beredar pesan singkat meminta masyarakat mendoakan Calon Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah, karena akan menjalani Chemotherapi akibat sakit kanker akut dileher.

“Assalamu Alaikum. mohon Doa bagi Bpk Prof Nurdin Abdullah yang akan jalani Chemotherapi karna sakit kanker akut dileher, supaya diberikan kesehatan lahir dan bathin agar bisa tetap sehat dan bugar berkampanya ditengah-tengah kita dan terpilih sebagai Gubernu Sulsel. Amin,” begitu pesan sms yang beredar.

Menanggapi hal tersebut, Tim Hukum pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah – Andi sudirman Sulaiman (Prof Andalan) Mustandar menyebut, bahwa pesan yang beredar tersebut itu bohong (hoax).

“Tindakan penyebaran SMS bohong merupakan pelanggaran berat, dan dapat di pidana. Untuk itu masyarakat harus cerdas dan bijak dalam memahaminya,” pungkasnya, Kamis (12/4/2018).

Selain itu, lanjut Mustandar, pihaknya berencana melaporkan secara resmi kepada Bawaslu dan Kepolisian soal penyebaran berita bohong melalui SMS tersebut.

“Kami akan melaporkan ke Bawaslu dan kepolisian, agar pelakunya segera ditemukan dan diproses secara hukum, karena telah menyebarkan informasi bohong yang meresahkan dan mengganggu stabilitas politik menjelang Pilkada Sulsel 2018,” tegasnya.

Ia menduga penyebaran berita bohong tersebut sengaja dilakukan pihak-pihak yang tidak ingin Sulsel dipimpin oleh Prof Andalan, yang memang memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan calon yang lain.

“Cara biasa mereka sulit bersaing, sehingga digunakan cara-cara kotor untuk memenangkan Pilkada Sulsel,” kata Mustandar.

Sementara itu, Tim Media Prof Andalan, Haeruddin Nurman menambahkan, cara-cara semacam itu sangat kampungan serta tidak menunjukkan etika berpolitik yang sehat.

“Ini cara kampungan yang tidak terdidik yang dilakukan orang yang tidak bertanggung-jawab”, ujar Elu sapaan akrab Haerudddin Nurman saat dikonfirmasi via whatshap.

Diketahui, pesan yang dianggap hoax itu beredar saat Prof Nurdin Abdullah acara Apkasi Otonomi Expo 2018 di di Aston Hotel Batam Riau. Kegiatan tersebut dilakukan Prof Nurdin, dalam kedudukannya sebagai Sekretaris Jenderal Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia). (**)

Komentar