oleh

Berikut Mitos & Fakta Soal Miss V Saat Orgasme

INIKATA.com– Berbicara seputar tubuh perempuan memang selalu menarik. Setiap titik wajib dieksplorasi dalam setiap tahapan bercinta. Paling puncak tentunya menjelajah area intim Miss V.

Sebab, salah satu aset kaum hawa yang paling berharga ini, memiliki sisi keunikan yang harus dipahami setiap pasangan.

Ada berbagai anggapan atau mitos yang keliru seputar Miss V. Dilansir Pop Sugar, Senin (18/9) Seksolog Amerika Serikat Jacq Jones mengungkapkan lebih banyak fakta menarik tentang kesehatan seksual dan beberapa mitos yang keliru selama ini.

1. Perempuan Tak Bisa Ejakulasi Seperti Pria?

Mitos ini jelas keliru. Menurut Jones, sesungguhnya struktur Miss V sama dengan penis. Dan bisa pula berejakulasi.

“Perempuan memiliki klitoris. Dan Miss V memiliki kemampuan untuk ejakulasi sama seperti semua pria yang memiliki penis dan skrotum,” kata Jones.

Jumlah cairan ejakulasi Miss V yang dapat dikeluarkan bisa bervariasi. Rata-rata dari mulai seperdelapan sendok teh sampai lebih dari satu cangkir.

“Saat gairah bercinta sedang menurun, banyak perempuan menganggap bahwa mereka tidak mencapai klimaks dan berasumsi tubuh mereka tak mampu melakukannya,” tuturnya.

2. Klimaks Pada Perempuan dengan Kurangnya Gesekan Saat Bercinta?

Tentu berbeda antara cairan orgasme atau ejakulasi pada perempuan dan lubrikasi. Pria semestinya dapat menyadari hal itu.

“Sementara pria berasumsi bahwa pelumas saat bercinta adalah lubrikasi ternyata perempuan sudah mencapai orgasme,” ungkapnya.

Ejakulasi pada perempuan memiliki tekstur seperti air. Maka saat perempuan ejakulasi, tentu perlu diberikan stimulasi foreplay tahap lanjutan agar lubrikasi tetap ada dan gesekan pada Miss V tidak terjadi.

3. Orgasme Miss V dan Orgasme Klitoris Berbeda

Jones menegaskan kedua orgasme itu berbeda. Sebanyak 70 persen perempuan tidak dapat mencapai orgasme hanya dengan penetrasi. Maka bercinta pada umumnya melibatkan keseluruhan sistem, tidak hanya stimulasi di daerah tertentu.

“Jadi saat perempuan mengalami penetrasi, maka mereka akan menerima beberapa stimulasi klitoris secara tidak langsung,” ungkapnya.

Namun itu saja tidak cukup bagi banyak orang karena perbedaan anatomis. Sebagian perempuan justru lebih senang jika distimulasi bagian klitorisnya.

“Sehingga bukan hanya dengan penetrasi, tetapi lakukan dengan banyak cara,” tegasnya.(**)

Komentar