oleh

Buat Ketupat 300 Sehari, Sang Nenek di Gowa Ini Hanya Dapat Rp 3000

    GOWA, INIKATA.com – Tak seperti biasa seorang wanita yang tangguh dan penuh kreativitas menjalankan kesehariannya dengan penuh semangat untuk menanggung hidup.

    Yah! Dia adalah Nenek Daeng Sineang (67) warga Desa Julupa’mai, Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa yang hidup sebatang kara dan sangat terampil membuat anyaman Ketupat dari daun pandan selama 5 tahun hingga saat ini.

    Namun disayangkan, keterampilan sang nenek yang harus membuat 300 anyaman per hari ini hanya dibayar senilai Rp 3.000 dari pesanan orang lain.

    Tak hanya itu, Nenek Daeng Sineang ini diketahui memilik 1 orang Anak dan 2 orang cucu yang tinggal di lain kecamatan, yang hanya bekerja banting tulang mencari rongsokan untuk menyambung hidup sehari-harinya.

    Takkala sore itu, Perwira 2 (Dua) Bunga melati dipunggungnya ini mengunjungi nenek Sineang untuk bertemu hingga berdiskusi tentang keseharian sang nenek tersebut dan melihat langsung kondisi hingga belajar membuat anyaman ketupat dari Nenek Sineang.

    “Sungguh ironis, bagaimana mungkin sang nenek dapat menyambung hidup dengan pendapatan seperti itu,” kata Kapolres Gowa, Akbp Shinto Silitonga, Rabu (7/2/2018).

    Tidak sampai disitu, Mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya ini yang didampingi istrinya sangat merasa senang saat bertemu sang nenek tersebut dan dirinya dapat menimba ilmu dari sang nenek untuk membuat anyaman ketupat.

    “Saya Senang sekali, nenek Sineang sangat terampil, saya sulit sekali membuat 1 anyaman,” canda orang nomor satu dijajaran Polres Gowa itu.

    Lanjut Shinto, Kunjungan yang dilakukan olehnya dalam rangkaian program bhakti sosial Polres Gowa dan Bhayangkari yang konsisten dilakukan 2 bulan ini dengan sasaran terutama pada warga yang pra sejahtera.

    Diakhir kunjungannya, Akbp Shinto Silitonga beserta ibu Ketua Bhayangkari Cabang Gowa, Wicky Sectioni Siregar atau sering disapa Oni ini, juga memberikan motivasi dan pesan kepada sang Nenek, agar tetap tegar menjalani kehidupan sehari-harinya dengan penuh samangat.

    “Semoga berkenan ya nek, tetap tegar dalam menjalani kehidupan,” bisik Akbp Shinto Silitonga saat berpamitan dari sang nenek.

Komentar