oleh

Bukannya Memberi Kasih Sayang, Eh!! Ayah Tiri Ini Gauli Anaknya Hingga Hamil

MAKASSAR, INIKATA.com — Bukannya menjaga dan memberi kasih sayang buat sang anak, seorang ayah tiri justru menggauli anaknya yang masih tergolong anak baru gede (ABG). HH yang baru berusia 15 tahun, kini telah berbadan dua. Ternyata setelah ditanya, orang yang menyebabkan dirinya hamil justru ayah tirinya sendiri, KO. Lebih kasihannya lagi, HH baru ketahuan mengandung janin di rahimnya ketika kehamilannya sudah memasuki usia lima bulan.

Terungkapnya pencabulan itu berkat kepedulian Ketua RT 13 Sepinggan Raya, Riswan bersama warga sekitar.

Saat disambangi Balpos, Riswan mengungkapkan, awalnya kecurigaan HH telah mengandung dari gosip ibu-ibu di lingkungannya. Kecurigaan itu semakin kuat melihat kondisi fisik korban. Sebagai ketua RT, ia lantas  berinisiatif melakukan tes kehamilan. Alhasil HH memang dinyatakan positif hamil 5 bulan dan pria yang telah menidurinya, bapak tirinya sendiri.

“Saya panggil dia (HH, Red) malam itu dan kami tes pakai alat tes kehamilan. Dan benar anak itu positif hamil. Ya udah, saya nggak panjang lebar langsung bawa dia ke PPA Polres karena ternyata betul positif hamil 5 bulan,” ujar Riswan.

Riswan yang dikenal sangat peduli dengan lingkungannya ini mengaku tidak mengetahui secara detail bagaimana tindakan asusila yang dilakukan KO bisa terjadi. Hanya saja dari pengakuan korban, ia dicabuli di rumahnya beberapa kali. Padahal di rumahnya itu HH tinggal bersama sang ibu. Belakangan diketahui HH tergolong Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

“HH tinggal di dekat rumah saya, di situ dia tinggal sama ibu dan ayah tirinya. Tapi katanya pas melakukan hubungan itu di rumah itu ada ibunya. Nah tapi itu biar kepolisian saja yang menyelidikinya. Kami sudah laporkan,” tandas dia.

Secara terpisah, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Balikpapan, Ipda Divania Putri Setyawan membenarkan adanya pencabulan terhadap HH yang dilakukan ayah tirinya, KO. Menurutnya laporan tersebut memang sudah masuk ke polisi dan korban pun telah diperiksa.

“Kami masih melakukan penyelidikan terlebih dahulu mas. Setelah itu kami akan melakukan penangkapan terhadap tersangka,” ungkapnya saat dihubungi, Rabu (4/7) kemarin.

Sementara itu Kepala DP3AKB Pemkot, Sri Wahyuningsih melalui Kabid PA, Kosim mengatakan, pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap korban bersama P2TP2A. Apalagi korban yang disebut-sebut berkebutuhan khusus ini harus mendapatkan penanganan yang lebih.

“Kami melakukan pendampingan hukum, psikologi dan pendampingan lainnya sesuai kebutuhan korban,” katanya.

Kosim mengimbau kepada warga khususnya para orangtua untuk melakukan pengawasan terhadap anaknya. Warga sekitar diminta aktif untuk melaporkan bila terjadi hal yang diduga pencabulan serta melakukan pencegahan sejak dini.

“Memang harus dicegah, kami kan sudah ada instruksi wali kota untuk membentuk satgas perlindungan anak di seluruh RT. Sampai saat ini belum semua RT yang menerapkannya,” pungkas Kosim.  (Inikata/Fajar Group)

Komentar