oleh

Dapat Apresiasi Dari Panwascam, HPK Benteng Paliloi Deklarasi Tolak Money Politik

BULUKUMBA, INIKATA.com – Himpunan Pemuda Kaluku (HPK) Desa Benteng palioi mengelar deklarasi tolak money politik dalam pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Senin (11/06)

Deklarasi tersebut sebagai bentuk keikutsertaan pemuda HPK dalam mensukseskan pemilihan 5 tahunan gubernur dan wakil gubernur, agar terbebas dari money politik, ungkap Ketua HPK, Musdar dalam pertemuan yang di gelar di aula kantor Desa Benteng Palioi yang turut dihadiri oleh Divisi pencegahan dan hubungan antar lembaga Panwascam Kindang’ Syarifuddin.

“Money politik yang dilakukan oleh oknum merupakan cikal bakal timbul korupsi, apalagi ketika mereka terpilih,” Lanjut Musdar lagi.

Kendati begitu, Langkah yang diambil oleh pemuda HPK ini mendapat apresiasi dari Panwascam.

“Sudah saatnya kita harus memberikan pendidikan politik bagi masyarakat, bahwa perilaku demikan oleh oknum merupakan sikap yang tidak baik, karena itu merupakan kejahatan demokrasi, maka ketika ada yang berbuat demikian, maka kami harap masyarakat dapat melaporkan ke panwas karena itu bertentangan dengan UU Nomor 10.Tahun 2016,” Ungkap Syarifuddin.

Lebih Lanjut Syarifuddin menjelaskan bahwa dalam UU tersebut pasal 187A bunyinya (1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada warga negara Indonesia baik secara langsung ataupun tidak langsung, untuk mempengaruhi pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, menggunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah.

Kemudian, memilih calon tertentu, atau tidak memilih calon tertentu sebagaimana dimaksud pada Pasal 73 Ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

(2) Pidana yang sama diterapkan kepada pemilih yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menerima pemberian atau janji sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). tutupnya. (**)

Komentar