oleh

Demi Medali Emas Untuk Indonesia, Defia Harus Tinggalkan Pemakaman Ayah

INIKATA.com – Perjuangan atlet taekwondo putri Indonesia Defia Rosmaniar hingga meraih medali emas di Asian Games 2018 layak mendapatkan apresiasi lebih. Begitu tekunnya Defia menjalani latihan di Korea Selatan selama lima bulan, ia bahkan harus melewatkan pemakaman ayahnya yang meninggal bulan April lalu.

Manajer Tim Taekwondo Indonesia Rahmi Kurnia menuturkan bahwa medali emas yang didapatkan Defia akhirnya sukses membayar kekecewaannya lantaran tidak bisa hadir saat sang ayah dikebumikan.

“Saya kan memang mendampingi Defia dari awal sampai akhir. Dari mulai 15 Maret sampai 11 Agusus itu kita nggak pulang dari Korea, sama sekali nggak pulang. Pulang itu karena bulan April ayahnya Defia meninggal. Itu juga baru dikasih tahu hari Kamis malam, Jumat malam kami tiba di Indonesia sudah dimakamkan. Jadi hari Sabtu kami nyekar, Minggu sudah berangkat lagi ke Korea,” ujar Rahmi.

Kejadian ini pun sempat membuat Defia sangat bersedih. Namun, lanjut Rahmi, Defia bisa tetap tegar dan kembali menjalani latihan dengan tekun. Defia juga sempat murung saat terpaksa merayakan Idul Fitri di negeri orang.

“Saya bilang kepada Defia, bahwa apapun yang terjadi, tetap berusaha lakukan yang terbaik. Dia harus bisa bikin bangga keluarganya, buat bangga orangtuanya. Saya bilang ke Defia bahwa semua rasa sedih dan sakit pasti akan terbayar, dan hari ini Defia membuktikannya,” ujar Rahmi.

Defia berhasil merebut medali emas pertama untuk Indonesia di nomor poomsae tunggal putri. Berlaga di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan pada Minggu (19/8), atlet berjilbab ini berhasil meraih medali setelah mengalahkan wakil Iran Sakahshouri Marjan di partai final. Defia keluar sebagai juara setelah berhasil membuat 8.690 poin, sementara Marjan hanya bisa mendulang 8.470 poin.(Inikata/Fajar)

Komentar