Demokrat Kecewa TGB, Jokowi Gaet Mahfud MD
11 Juli 2018 9:35
Foto: Mahfud MD bersama TGB

INIKATA.com Keputusan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) mendukung Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 menuai masalah baru. Masalah tak hanya datang dari kelompok umat Islam yang terhimpun dalam Alumni Persatuan (PA) 212, tetapi masalah lain juga datang dari partai yang membesarkan namanya, yakni Partai Demokrat.

Partai Demokrat tidak mengundang Tuan Guru Bajang saat menggelar rapat majelis tinggi partai pada, Senin (9/7) kemarin. Sikap Partai Demokrat ini disinyalir karena Tuan Guru Bajang (TGB) telah mengambil keputusan yang tidak berdasar pada keputuan partai. Wakil Ketua Umum Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan, sidang majelis tinggi Partai Demokrat ini baru pertama kali dilakukan jelang penentuan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) 2019.

“Kemarin itu memang sidang pertama dari majelis tinggi yang memang lebih banyak membicarakan masalah Capres-Cawapres yang akan diusung Partai Demokrat, sehingga memang difokuskan untuk itu. Tentunya kita semua lebih fokus membahas mulai dari dasar, dari basic karena dalam AD-ART nantinya Capres-Cawapres harus melalui tahapan dari persidangan majelis tinggi. Kemarin baru pertama persidangan dan masih akan ada persidangan lagi, karena memang kemarin belum memutuskan Capres-Cawapres diusung Partai Demokrat,” kata Agus Hermanto di Gedung Nusantara III DPR-RI, Selasa (10/7).

Agus Hermanto tidak menapik jika Partai Demokrat agak kecewa dengan sikap TGB yang mendukung Jokowi pada Pilpres 2019 tanpa menunggu putusan partai. “Tentunya kita ketahui sendiri Pak TGB kemarin memberikan tanggapan masalah pencapresan di 2019, yang berbeda atau belum diputuskan Partai Demokrat sehingga hal-hal krusial dibicarakan dulu, baru di dalam partai barulah diambil keputusan. Belum tentu itu juga, tapi memang kita juga tidak tahu apa TGB ada di Jakarta atau tidak, yang jelas semuanya juga toh kalau melalui media massa, media massa banyak yang tahu, kalau beliau mengetahui juga bisa hadir,” ucap Agus Hermanto.

Meski begitu, politisi yang kini menjabat Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) ini menjelaskan, meski dalam rapat majelis tinggi partai kemarin itu tak dihadiri TGB dan beberapa Anggota Majelis Tinggi partai, tetapi jumlah anggota yang hadir sudah memenuhi syarat berlangsungnya agenda rapat tersebut. “Semuanya kita juga tahunya spontanitas, hal-hal terbaik dalam keputusan itulah yang kita laksanakan. Memang tidak harus seluruhnya datang. Di DPR kalau sudah kuorum bisa dilaksanakan tidak harus seluruh anggota majelis tinggi harus hadir, salah satu atau dua orang tidak hadir sidang bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Agus Hemranto juga menegaskan, keputusan TGB mendukung Jokowi di Pilpres 2019 tidak berpengaruh pada suara partai di Pilpres 2019. Selain itu, politisi asal Jawa Tengah (Jateng) ini menyarankan agar seluruh kader partai memberikan fatsun dukungan politik harus sejalan dengan keputusan partai. “Ancaman tentunya tidak seperti yang disampaikan. Tentunya secara fatsun, secara aturan, bagi kader yang ingin menyampaikan pendapat politik itu harus sejalan dengan apa yang ada dalam Partai Demokrat. Statemen yang penting tentunya harus sejalan, senapas dengan apa yang di dalam partai,” sarannya.

“Kalau saya pribadi seharusnya Pak TGB harus dibicarakan dulu, harus disampaikan ke Parpol karena kita semuanya kan punya aturan. Kita harus sejalan senapas dengan Parpol. Yang terbaik, sebelum mengambil keputusan yang jelas, keputusan yang tegas walaupun itu pendapat pribadi, itu harus juga terkoordinasi dengan Parpol,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan ikut mendukung kabar keputusan Jokowi mengambil Mahfud MD sebagai Cawapresnya di Pilpres 2019. Sebelumnya, Jokowi dan Megawati menggelar pertemuan di Istana Batu Tulis pada, Minggu (8/7) kemarin memutuskan untuk memasangkan Jokowi dan Mahfud MD sebagai pasangan Capres dan Cawapres. Buat Zulkifli Hasan, pasangan Jokowi-Mahfud MD ini sangat baik, termasuk Din Samsudin, TGB dan Budi Gunawan.

“Ya kasih tau dong bocorannya, saya belum tau yang mana. Kalau Prof Mahfud bagus, Pak Din bagus, TGB bagus, Pak BG oke terserah Pak Jokowi, yang mana pun kita hormati,” kata Zulkifli Hasan di Gedung DPR/MPR-RI, Selasa (10/7).

Meski arah koalisi Jokowi sudah terlihat final dengan kabar mengambil Mahfud MD sebagai Cawapres, Zulkifli Hasan belum terburu-buru untuk memutuskan arah koalisi partai besutannya. Hingga kini, dirinya bersama dengan pengurus partai masih menjajaki arah koalisi untuk Pilpres 2019. Kalau PAN itu Capres ada empat, belum cawapres, yakni Zulkifli Hasan, Amien Rais, Soetrisno Bachir, dan Mas Hatta. Ini memang nggak mudah, tinggal berapa minggu lagi ini tanggal 10 kan kita pertemuan intens, saya ketemu Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ketemu Pak Prabowo, semua kita ketemu,” akuinya. (**/FIN)