oleh

Di Sulsel, 40 Orang Tewas Mengerikan Perhari Akibat Penyalahgunaan Narkotika

MAKASSAR, INIKATA.com – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel), Brigjen Pol Mardi Rukmianto menyebutkan bahwa 40 orang perhari di Sulsel harus meregang nyawa akibat penyalahgunaan narkoba.

“Terdapat 30-40 orang meninggal sia-sia setiap harinya akibat penyalahgunaan narkoba,” kata Mardi Rukmianto, Kamis (12/07/2018).

Data kasus penegakan hukum narkoba Polda Sulsel dan BNN pada tahun 2016 sebanyak 1.613 kasus, sedangkan pada tahun 2017 mengalami penurunan sebanyak 1.442 kasus.

Sementara itu dari jumlah bandar dan pengedar pada tahun 2016 sebanyak 12.423 orang. Tahun 2017, mengalami peningkatan sebanyak 19.514 orang. Kemudian dari jumlah pengguna pada tahun 2016 sebanyak 15.869 orang dan pada tahun 2017 mengalami kenaikan 21.961 orang.

Sedangkan bidang rehabilitasi pada tahun 2016 sejumlah 1.214 residen yang telah menjalani rehabilitasi, sedangkan pada tahun 2017 mengalami penurunan sebanyak 794 residen. Dan telah memberikan pelayanan pasca rehabilitasi kepada 221 mantan penyalahgunaan narkoba. Untuk jumlah penggiat anti narkoba yang telah dikukuhkan oleh BNN Sulsel sebanyak 80 kelompok.

Selain itu munculnya jenis-jenis narkoba baru atau new psychoactive substances (NSP) turut menambah tantangan dalam upaya menanggulangi permasalahan narkoba.

Data dari UNODC dalam World Drug Reports tahun 2017, bahwa tahun 2009 sampai tahun 2017, telah terdeteksi 739 total NSP yang beredar di dunia yang dilaporkan oleh 106 negara. Dan 71 jenis diantaranya sudah beredar di Indonesia, sedangkan baru sebanyak 65 jenis sudah diatur dalam peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Perubahan Penggolongan Narkotika sedangkan 6 jenis belum diatur.

Dalam rangka melawan narkoba, Mardi menyampaikan telah melakukan berbagai kegiatan melawan narkoba sebagai bentuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang bersih dari penya lahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Untuk itu diperlukan dukungan semua pihak.

Berdasarkan hasil survei nasional penyalahgunaan narkoba di 34 provinsi yang dilaksanakan oleh BNN bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia pada tahun 2015, Provinsi Sulsel menempati posisi 9. Diperoleh angka prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 2,27 persen atau sebanyak 138.937 orang. Dan survei pada tahun 2017, peringkat Sulsel naik ke posisi 7 dengan angka prevalensi 1.95 persen atau sebanyak 133.503 orang.(**)

Komentar