Dimata Masyarakat Gowa, Andi Sudirman Bagai Sosok Religius
6 Juni 2018 7:42
Andi Sudirman bersama warga Kabupaten Gowa

MAKASSAR, INIKATA.com – Calon wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman kembali menghadiri undangan buka puasa, hal ini menjadi rutinitas cawagub Prof Andalan untuk mengisi waktu luang di bulan suci Ramadan ini baginya bersilaturahmi dan buka puasa bersama dengan warga Sulsel adalah hal yang luar biasa.

Dalam kunjungan yang di adakan di kediaman H. Makkusising dg Nuntung, selaku tim pemenangan Kabupaten Gowa ini nampak cawagub tampil luar biasa di tengah warga yang hadir di Desa Je’netallasa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Selasa (5/6/2018) kemarin.

Dalam kunjungannya Andi Sudirman membawakan kultum yang bertemakan tentang gaya tauladan kepemimpinan Amirul Mu’minim pada zaman sahabat Rasulullah.

“Pentingnya untuk memahami bagaimana iman, sholeh, berdakwah dan sabar untuk menuju rahmatnya Allah agar tidak menjadi orang – orang yang merugi,” papar Andi Sudirman.

Ada yang ganjil dalam pertemuan tersebut, tentu seperti pada hakikatnya sebagai calon wakil gubernur tentunya di setiap kunjungannya biasanya di isi oleh kampanye dan dialogis, namun unik yang dilakukan oleh cawagub nomor urut 3 ini karena setiap kunjungannya justru memberikan kultum tentang Agama.

Harbianti atau kerap di sapa Anti selaku ketua pakabajiNASSami Kabupaten Gowa juga mengagumi sosok wibawa dan gaya kepemimpinan dari cawagub Andi Sudirman karena selalu tampil dengan jiwa mudanya selalu mencolok.

“Kami mengagumi pak Andi karena meskipun masih muda namun cukup energi dan religius dan sangat cocok untuk memimpin Sulsel apalagi kami masyarakat Gowa cukup religius untuk itu kami butuh pemimpin yang bersih dan mau bekerja untuk Sulsel kedepannya,” kata Anti yang juga selaku Ketua PakabajiNASSami Kabupaten Gowa.

Berbagai toko masyarakat yang hadir berbuka bersama dan bersilaturahmi bersama calon wakil Gubernur Sulsel tersebut termasuk simpatisan pendukung Prof Andalan di kabupaten Gowa dan komunitas- komunitas pemenangan Prof Andalan. (**)