oleh

Disebut Plinplan Oleh Anak Buah Mega, Begini Tanggapan AHY

INIKATA.com – Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut, kritikan putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai Revolusi Mental merupakan bentuk inkonsistensi. Sebab, partai berlambang mercy itu sempat memberikan sinyal akan memberikan dukungan kepada Joko Widodo (Jokowi).

Menanggapi hal tersebut, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat AHY menampik tudingan Hasto bahwa partainya inkonsisten alias plinplan.

“Ah, sama sekali tidak (inkonsisten). Saya yakin yang komentar itu tidak hadir di Rapimnas dan juga tak hadir pada orasi politik saya. Clear. Pasti itu tidak memahami secara konteks. Kami konsisten di dalam Rapimnas Partai Demokrat di Sentul 10-11 Maret yang lalu,” katanya di kantor AHY Foundation, Jakarta, Rabu (13/6).

Disebut Plinplan oleh Anak Buah Mega, Begini Jawaban Putra Sulung SBY
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut kritikan putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai Revolusi Mental sebagai bentuk inkonsistensi. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Lebih lanjut, AHY menambahkan, pihaknya sampai saat ini belum menentukan dukungan resmi di Pilpres. Meski demikian, Partai Demokrat membuka peluang berkoalisi dengan siapa pun, termasuk dengan kedua kubu koalisi yang telah terbangun.

“Dengan prasyarat, kami ingin berkoalisi dengan siapa pun yang punya kesamaan visi dan misi, yang punya program-program prorakyat. Dan ingat, syarat-syarat koalisi adalah harus berdasarkan saling menghormati, menghargai, dan saling percaya,” ujarnya.

Dia memastikan akan mencari koalisi yang memiliki kesetaraan dalam posisi dan dalam menyuarakan pikiran serta gagasan. Sehingga, seluruh parpol nantinya memiliki hak dan kewajiban yang sama.

“Tidak boleh satu dianakemaskan, kemudian yang lainnya dianaktirikan justru tidak diajak. Artinya, itu tidak muncul trust, tidak muncul respect, dan itu buruk untuk koalisi,” katanya.

Selain itu, AHY menyebut kritikannya dalam orasi politik di JCC Senayan beberapa waktu lalu bukanlah bentuk kecaman tidak produktif terhadap pemerintah. Sebaliknya, kritik itu merupakan wujud partainya dalam memberikan solusi dan tanggung jawab untuk negara. (**)

Komentar