Dituding Hingga Miliaran Rupiah, Ini Penjelasan Wakil Ketum Partai Gerindra
13 Januari 2018 8:37
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono (Foto : Dok Jpnn)

INIKATA.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono angkat bicara mengenai tudingan pemerasan uang ratusan miliar rupiah terhadap La Nyalla Mattaliti.

Menurutnya, mengenai surat tugas yang diterbitkan buat La Nyalla Mattalitti beberapa waktu lalu, hanya berisi Perintah mencari partai politik saja yang bersedia berkoalisi dengan Gerindra mengusung La Nyalla maju sebagai calon Gubernur Jawa Timur (Jatim).

Dalam surat tersebut, sama sekali tidak ada permintaan uang senilai Rp 40 miliar. Apalagi, hingga Rp170 miliar seperti yang disebut La Nyalla dan sahabatnya, Tubagus Daniel Hidayat pada press conference yang digelar di Jalan Soepomo, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018) kemarin.

“Sama sekali tidak ada permintaan Rp 40 miliar dalam surat tugas Gerindra pada Mas La Nyalla,” tegas Arief dihadapan awak media, Sabtu (13/1/2018).

Menurutnya, sejak dari awal Gerindra konsisten mengusung La Nyalla sebagai bakal calon Gubernur Jatim. Bahkan, mantan Ketua Umum PSSI tersebut diizinkan memasang foto bersama Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto di sejumlah baliho.

“Namun, sampai surat tugas berakhir Mas La Nyalla tidak berhasil mendapatkan partai koalisi. Dalam hal ini partai besutan Pak Amien Rais (Partai Amanat Nasional),” kata Arief.

Arief tidak tahu pasti, mengapa La Nyalla tak berhasil mendapat dukungan dari PAN. Padahal setahu Arief, Amien Rais sebenarnya juga mendukung La Nyalla.

“Pak Amin itu setahu saya mengusulkan La Nyalla juga, namun Ketum PAN (Zulkifli Hasan) menolak mengusung Pak La Nyalla dengan alasan DPW PAN Jawa Timur menolak. Jadi, jelas dukungan Amien pada La Nyalla enggak dianggap oleh Ketum PAN dan DPW PAN Jatim,” kata Arief.

Sementara itu terkait permintaan uang Rp 40 miliar, Arief menilai sangat wajar jika benar ada, apalagi untuk membayar para saksi yang nantinya ditugaskan di seluruh tempat pemungutan suara (TPS), pada saat pencoblosan. Karena kekuatan pasangan cagub untuk menang pilkada salah satunya para saksi. Demi menjamin tidak ada kecurangan nantinya. (Jpnn/Inikata)