oleh

Dua Tahun Menoreh Prestasi di Maros, Kasi Intel Kejari Kini Berganti

MAROS, INIKATA.com– Lebih dari dua tahun bertugas, jaksa muda berprestasi yang menjabat Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros, Hary Surahman, resmi menyandang jabatan baru sebagai Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Enrekang. 

Ia digantikan oleh Muhammad Adib Adam yang dulunya menjabat sebagai Jaksa fungsional Kejari Depok Jawa Barat.

Upacara serah terima jabatan keduanya digelar di aula kantor Kejari Maros, jalan Dr. Ratulangi, Kecamatan Turikale, Selasa (21/11/2017). Dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Maros, Eko Suwarni. 

Kepada wartawan, Hary mengaku berat meninggalkan Maros sebagai tanah kelahirannya. Namun, demi menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, iapun merasa terhormat dengan jabatan baru yang dia emban. 

“Ada rasa sedih juga meninggalkan kampung sendiri, tapi yang namanya petugas negara kita punya kewajiban menjalankan apapun tugas yang diberikan kepada kita,” katanya. 

Menurut Hary, dua tahun bertugas di Maros bukanlah waktu yang singkat. Banyak hal yang ia akui, memberikan dirinya pelajaran berharga untuk diterapkan di tempat lain nantinya. 

“Banyak sekali pembelajaran yang saya dapatkan di sini. Tentunya akan saya gunakan di tempat lain di mana saya bertugas,” akunya.

Selama menjabat, Pria kelahiran 1986 ini telah banyak menorehkan prestasi. Bahkan yang paling fenomenal, saat ia berhasil menangkap seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) 12 tahun kasus korupsi Kredit Usaha Tani (KUT), Salahuddin Alam di Jakarta pada November 2016 lalu. 

“Yang paling fenomenal, saat ia berhasil menangkap DPO itu. Kami harus akui, walau masih muda, beliau memiliki kemampuan yang luar biasa dan kami sangat bangga,” kata Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros, Chaerul Syahab.

Tak hanya itu, Chairul juga menyebutkan beberap prestasi lain yang telah diraih Hary, diantaranya penangkapan mantan Bupati Toraja di Bandara, Penangkapan mantan Kadis kelautan dan perikanan selayar, penangkapan pengusaha tambang dugaan korupsi reklamasi tambang dikolaka. 

“Ini jelas menjadi  pembuktian kinerja serius pemberantasan korupsi yang selama ini telah dikerjakan oleh dia selama menjabat,” lanjutnya. 

Bukti dari kerja kerasnya itu, pada 2016 lalu,  Kejari Maros bahkan menjadi peringkat kedua penanganan perkara korupsi diwilayah hukum kejati sulselbar.(**)

Komentar