Dukungan Gunung Bawakaraeng Heritage Terus Mengalir, Pemerintah Diharap Bijak
16 Mei 2018 8:12

MAKASSAR, INIKATA.com – Dukungan terhadap perjuangan mengheritagekan Gunung Bulu Bawakaraeng terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Dukungan tersebut datang baik secara kelembagaan maupun secara individual.

Wakil Koordinator Forum Intelektual Selatan Sulawesi (FISS), Aslam Aziz, yang mengawal langsung perjuangan Gunung Bulu Bawakaraeng harus di heritage ini mengungkapkan bahwa dalam petisi daring (online) hingga hari ini telah mencapai angka 5 ribuan. Dukungan tersebut datang dari berbagai macam kalangan, baik dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, termasuk dari kalangan akademisi

“Hingga hari ini sudah sampai di angka 5.300 dari macam-macam kalangan. Dari kalangan akademisi misalnya, ada Alwi Rahman dari Unhas dan Rocky Gerung dari UI,” kata Aziz, Rabu (16/5/2018).

Sementara itu, dari bentuk desakan kepada pemerintah provinsi sulawesi selatan tersebut juga terangkum dalam petisi fisik yang ditandangani lembaga kemahasiswaan, organ ekstra maupun komunitas termasuk dukungan dari tokoh masyarakat, tokoh adat dan kalangan akademisi

“Kalau dari petisi fisik, setidaknya sudah hampir mencapai angka 100 lembaga atau organ dan beberapa dari kalangan tokoh masyarakat, akademisi, maupun tokoh-tokoh adat,” katanya.

Melalui Diskusi “Seni di Hari Senin, Menuju Bawakaraeng Heritage”, Muhammad Akbar selaku salah seorang pembicara mengharapkan pemerintah indonesia segera mengambil tindakan bijak atas banyaknya desakan dari berbagai kalangan untuk mengheritagekan gunung bulu bawakaraeng, yang datang dari berbagai macam bentuk gerakan, salah satunya melalui medium seni

“Kondisi Gunung Bulu Bawakaraeng sudah kritis sehingga diharapkan segera ditindaki secara bijak oleh pemerintah terkait. Mahasiswa bertugas untuk mengingatkan itu melalui macam-macam gerakan, salah satunya melalui seni sebagai sebuah medium,” pungkasnya

Sebelumnya, pada diskusi Seni di Hari Senin bertema “Bawakaraeng Menuju Heritage”, dihadiri 3 orang pembicara yakni Saleh Ariwibowo selaku pegiat seni musik, Wildayanti Salam dari Korps Komunikasi Fisip Unhas, dan Muhammad Akbar dari UKM Kompas Fisip Unhas

Kegiatan ini berlangsung di pelataran student centre fakultas eonomi dan visnis universitas hasanuddin yang diikuti puluhan peserta diskusi dari berbagai kalangan. (**).