oleh

Hanya Andalkan Bola-bola Mati, Robert Minim Strategi?

MAKASSAR, INIKATA.com –  Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Albert memang sukses mengantarkan juku eja  ke puncak klasemen sementara Liga Satu, namun pelatih berpaspor Belanda ini, dinilai masih minim strategi. Hal ini terlihat disejumlah serangan kerap kali patah di kaki lawan.

PSM Makassar hanya mengandalkan servis bola-bola mati, sebagai solusi untuk memecahkan kebuntuan. Terlihat pada saat menghadapi Madura United (2 gol), Persipura Jayapura (1 gol), dan Persebaya Surabaya (1 gol).Ferdinand Sinaga dan kawan-kawan hanya mempu mengandalkan bola mati.

“Kita bagus dalam servis bola-bola mati. Disepakbola, ada perumpaan bahwa tidak peduli bagaimana menciptakan gol. Tapi terpenting adalah gol itu datang, tidak peduli bagaimana prosesnya,”papar pelatih Arema Fc ini.

Startegi PSM Terlalu Mudah Untuk Terbaca

Sejak musim 2017 kemarin, startegi total football.merupakan strategi yang diterpakan oleh Robert Rene Albert. Dan musim 2018 ini, strategi tersebut kembali diterpakan.

Kemudian pada saat menghadapi Persela Lamongan dipekan 3 Liga 1 Indonesia 2018 ini. Strategi PSM Makassar sangat mudah untuk terbaca.

“Kami menumpuk pemain ditengah, agar penyerangnya tidak leluasa. Karena kami melihat PSM bolanya selalu sisi sayap, Jadi kami memasang satu pemain unruk fokus menjaga di sisi sayap,”ungkap pelatih kepala Persela Lamongan Aji Santoso belum lama ini.

Ketergantungan Wiljan Pluim

Hampir setiap pertandingan musim 2018 ini, PSM Makassar terlalu tergantung terhadap Wiljan Pluim. Sehingga setiap calon lawannya, akan memberikan pressing ketat.

Padahal sejumlah pemain yang berada diskuad PSM Makassar saat ini, cukuplah merata. Seperti hadirnya sosok Rasyid Bakri dan Asnawi Mangkualam yang dapat menggantikan peran dari Wiljan Pluim.

“Pelatih PSM jangan terlalu kesulitan apabila absennya Wiljan Pluim. Karena ada banyak pemain muda yang dimilki oleh PSM,”kata mantan pelatih PSM Syamsuddin Umar.(**)

 

 

 

Komentar