Ini Cerita Kemenag dan Pengadialn Agama Bantaeng Terkait Pernikahan Dini Sepasang Anak
16 April 2018 22:43
Kemenag Bantaeng (Foto: Syamsuddin/Inikata)

BANTAENG, INIKATA.com – Pernikahan dini sepasang anak yang masih dibawah umur, SY (15) – FA (14) di Bantaeng yang sempat tertunda, karena mereka belum mengantongi dispensasi dari Kecamatan Bantaeng, yang membuat kementrian agama, dan pengadilan agama Bantaeng angkat bicara.

Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Bantaeng, H. Muhammad Yunus menceritakan, kronologis dua sejoli, SY-FA ini saat mengajukan permohonan izin untuk menikah di kantor urusan agama bantaeng. 27 pebruari 2018 yang lalu kedua sejoli ini didampingi oleh perwakilan pihak keluarganya masing-masing menyambangi KUA, untuk mengajukan permohonan nikah, namun karena usianya yang masih sangat belia maka pada saat itu penyuluh telah memberikan bimbingan kepada kedua pasangan calon pengantin tersebut, dan kantor KUA menerbitkan N9 surat tentang penolakan izin nikah kepada yang bersangkutan.

Selanjutnya pada, 11 April 2018 Kedua anak tersebut bersama dengan perwakilan keluarganya kembali lagi menyambangi KUA dengan membawa dispensasi dari pengadilan agama Bantaeng, karena sebelumnya pihak KUA memang menyampaikan kepada anak dan keluarga yang mendampinginya saat itu.

“Karena anak dan keluarganya tetap ingin menikah akhirnya mereka datang lagi ke KUA dengan membawa dispensasi dari PA, karena membawa keputusan dari PA maka tidak ada alasan bagi kami untuk tidak melayani kebutuhan mereka dan kami coba mendaftarkannya,” tuturnya.

Sementara Wakil Ketua Pengadilan Agama Bantaeng, Ruslan Saleh mengatakan bahwa pihak PA Bantaeng tidak serta merta memberikan dispensasi kepada yang bersangkutan, karena pihaknya sadar betul tanggung jawab dihadapan tuhan di hari kemudian.

Menurutnya bahwa sebelum memberikan dispensasi kepada sejoli itu telah melalui proses yang cukup lama, hingga yakin bahwa sejoli itu harus dan bahkan menjadi wajib diberikan dispensasi.

Sebelumnya pihak PA Bantaeng telah mendatangkan beberapa sanak keluarganya dari kedua belah pihak untuk memberi pemahaman bahaya daripada pernikahan dini. Namun Setelah menghimpun beberapa pernyataan dan pengakuan dari keluarga sejoli itu, maka disimpulkanlah untuk diberikan dispensasi, karena kalau tidak maka akan ada dosa besar yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan tuhan nantinya.

“Kami memberikan dispensasi kepada anak tersebut karena beberapa pertimbangan, salah satu diantaranya, karena keluarga korban sendiri sudah tidak bisa mengatasinya dikarenakan kedua anak itu selau bersama disetiap saat,” pungkasnya. (**)