oleh

Tidak Memiliki IMB, Pemilik Rumah Ngamuk Tak Terima saat Rumahnya Dibongkar

GOWA, INIKATA.com — Sebuah rumah yang berada di Jalan Pallantikang, Kelurahan Tombol, Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa terpaksa dibongkar paksa oleh puluhan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gowa, Jumat (9/11/2018) Siang.

Dibongkarnya rumah tersebut yanh diketahui milik warga bernama Sofyan ini disebabkan ketahuan, bahwa bangunan rumah ini sudah berdiri selama 12 tahun tanpa IMB (izin mendirikan bangunan).

Penertiban ini dibackup langsung oleh pengamanan dari Polres Gowa dan Kodim 1409 Gowa.

Dalam pembongkatam tersebut sempat terjadi bersitegang antara pemilik rumah dengan Satpol PP. Pemilik rumah ngamuk lantaran tak terima rumahnya dibongkar. Pemilik bangunan meminta surat perintah penertiban dari Bupati Gowa. Dan bersikukuh tidak ingin bangunannya dibongkar.

Sayangnya upaya mempertahankan rumahnya itu tidak bisa dilakukan sebab Sofyan tidak punya dasar IMB. Pembongkaran ini juga dilakukan Satpol PP berdasar surat perintah pembongkaran yang sudah dilayangkan empat kali kepada pemilik bangunan atas nama Sofyan.

Namun Sofyan membandel. Tak satu kalipun Sofyan mengindahkan teguran tersebut. Termasuk Sofyan tidak mengindahkan surat perintah terakhir yang meminta pemilik bangunan membongkar sendiri bangunan sebelum ditindak tegas.

“Surat peringatan terbit sejak Februari 2017 kemudian September 2017 lalu Februari 2018 dan 27 September 2018. Namun sama sekali tidak pernah diindahkan. Makanya sekarang tiba waktunya bangunan tersebut ditertibkan dan kita bongkar berdasarkan disposisi dari Bupati Gowa,” jelas Kasatpol PP Gowa Alimuddin Tiro.

Alimuddin juga menuturkan, pihaknya hanya menegakkan Perda, dimana bangunan yang tanpa izin akan dibongkar. Alimuddin juga menegaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan tanahnya, hanya masalah izin bangunannya saja.

“Kami tidak mempermasalahkan tanahnya, yang kita masalahkan hanya masalah izin bangunannya yang tidak memiliki izin,” tegas Kasatpol PP.

Baca Juga:  Gubernur Sulsel Lepas Bantuan Kemanusian Gempa dan Tsunami di Sulteng

Dijelaskannya, terkait syarat bangunan yang harus memiliki IMB yakni harus mengambil pengantar berupa format perizinan satu pintu dan satu atap (Sintap). Kemudian ditandatangani oleh yang bersangkutan dan camat. Dengan dasar apakah berupa Akta dan ketika bersyarat maka lahirlah IMB.

“Semua bangunan itu harus ada IMB, bangunan ini juga harus ada IMBnya, karena ini bangunannya di dalam ditembok,” kata Alimuddin.

Terpisah, Sofyan mengatakan bangunan rumahnya di atas dengan luasan 1 Are ini sudah ditinggalinya puluhan tahun sejak 2006, dan pada peringatan terakhir yang ditujukan padanya, Sofyan mengaku telah menemui Sekretaris Kabupaten Gowa dan diarahkan ke pihak perizinan.

“Saya ke pak Sekda, terus pak Sekda kasih saya surat dari Dinas PU dan dia tulis lagi disitu pakai tangan kalau bangunan kayu tidak perlu pakai IMB kecuali rumah batu dibangun, saya bilang okelah, karena saya bilang dimana saya mau ambil uang untuk bangun rumah batu. Terus pihak perizinan datang kesini, dia bilang pihaknya sudah bicara dengan PU dan bangunan seperti ini tidak perlu ada IMB,” ungkap Sofyan.

Meski Sofyan berdalih tak menyalahi aturan dan sudah menjalankan proses sesuai prosedural yang diarahkan kepadanya, bangunannya tersebut tetap dibongkar.

Dari pemantauan di lokasi, bangunan milik Sofyan dari luar memang adalah berbahan kayu namun ketika dilihat ke dalam semuanya sudah permanen dengan kondisi tembok cor. (**)

Komentar