oleh

Jembatan Timbang Maccopa Kembali Menuai Sorotan, Supir: Petugas Diskriminatif

MAROS, INIKATA.com – Sempat ditutup karena Pungli, jembatan timbang Maccopa Maros yang kembali beroperasi pada Maret 2017 lalu, kembali menuai sorotan. Petugas dinilai diskriminatif melakukan penindakan terhadap kendaraan yang melebihi bobotnya.

Salah seorang supir ekspedisi, Wahyu mengaku, petugas dinas Perhubungan yang bertugas di lapangan diskriminatif menjalankan aturan. Pasalnya, masih banyak kendaraan yang melanggar, namun dibiarkan lewat oleh petugas, setelah diberikan sejumlah uang.

“Kami merasa dirugikan karena yang mereka tahan itu-itu saja. Kalau ada yang lain terkesan mereka tutup mata. Entah karena apa, tapi sepertinya mereka tebang pilih kalau mau memeriksa kendaraan yang lewat,” katanya, Jumat (10/8/2018).

Menurutnya, pihak supir tidak keberatan jika muatan mereka diturunkan karena dinilai melebihi kapasitas. Namun, aturan harus ditegakkan ke semua kendaraan yang melanggar. Apalagi, jembatan timbang itu hanya beroperasi pada saat jam kerja. Padahal, saat malam, sangat banyak kendaraan yang kelebihan muatan.

“Kami sebenarnya tidak akan keberatan asalkan itu berlaku untuk semua kendaraan. Tahu sendiri itu kan di sana beroperasi siang saja, nah malam bagaimana. Padahal, banyak sekali mobil yang sudah sangat kelebihan kapasitas dan sangat membahayakan pengendara lain,” paparnya.

Salah seorang pengusaha ekspedisi, Iwan juga mengeluhkan hal yang sama. Pasalnya, tidak jarang mobil-mobil mereka ditilang dan harus menurunkan barang karena melebihi muatan. Namun, banyak pula mobil ekspedisi lain yang juga melanggar, namun tidak ditindak.

Akibatnya, kata dia, mereka harus menanggung kerugian akibat biaya angkutan yang lebih mahal dan juga denda. Mereka mengaku tidak bisa menaikkan harga ke konsumen karena masih banyak pihak ekspedisi lain yang tidak bernasib sama dengannya.

“Kalau itu ditegakkan ke semua, yah tidak apa-apa. Ini kita yang susah karena kita harus mengeluarkan lagi biaya tambahan. Kita juga tidak bisa minta ke konsumen karena ekspedisi lain tidak sial seperti kami. Makanya kita mau adillah,” ujarnya.

Saat mencoba dikonfirmasi, Kepala Jembatan Timbang Maccopa, Benny tidak dapat dihubungi, nomor telepon selularnya tidak aktif.

Diketahui, jembatan timbang yang berada di Maccopa ini sudah pernah ditutup sementara setelah beberapa oknum dan kepalanya tertangkap tangan oleh tim Saber Pungli Polda Sulsel. Setelah beroperasi kembali, Menteri Perhubungan, Budi Karya malah menyebut jembatan timbang ini sebagai percontohan. (Sri)

Komentar