oleh

Kebakaran Maut di Tinumbu, 6 Orang Ditetapkan Tersangka Dua Diantaranya Warga Binaan Lapas

MAKASSAR, INIKATA.com — Penyebab pasti kebakaran maut di Jalan Tinumbu Lorong 166 B, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo akhirnya terungkap. Rumah milik H Sanusi sengaja dibakar, hingga menjalar ke empat rumah tetangganya. Bukan karena arus pendek listrik alias korsleting.

Dalam peristiwa yang berlangsung, Senin (6/8) itu ada enam orang meregang nyawa. Masing-masing pasangan suami istri H Sanusi (70) dan Hj Bondeng (65), Hj Musdalifa (30), Fahril (22), Namira (19) serta Hijas, seorang bocah usia 2,5 tahun.

Dari hasil penyidikan yang dilakukan Polrestabes Makassar, enam orang ditetapkan sebagai tersangka. Dua di antaranya merupakan warga binaan Lapas Klas I Makassar.

Hanya saja, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Irwan Anwar belum bersedia menyebut nama ataupun inisial keenam tersangka. Dijelaskan, pembakaran rumah korban dipicu jual beli narkotika jenis sabu. Diduga salah seorang korban tewas, Fahri alias Desta (24) terlilit utang piutang dengan sindikat pengedar narkoba.

”Sudah ada enam orang tersangka yang diamankan terkait kasus ini. Identitasnya nanti disampaikan. Jumlah ini akan terus bertambah sejalan dengan keterangan dari yang telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Irwan.

Keenam pelaku, lanjut Irwan, bukan hanya terlibat kasus pembakaran. Namun juga penganiayaan. ”Hingga saat ini masih ada beberapa tersangka yang masih dikejar,” tambahnya.

Diakui, mereka yang ditangkap merupakan sindikat peredaran narkotika di Makassar. Polisi juga telah meringkus pemasok sabu yang menjadi sumber persoalan ini.“Pelaku utamanya adalah binaan di Lapas. Dia sudah diisolasi,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, H Amir selaku orang tua Fahri menuturkan, anaknya sempat dikeroyok terkait utang piutang sabu. Selain itu, ada beberapa orang yang berdatangan ke rumahnya mencari Fahri.“Iya, Pak. Katanya anak saya punya utang sabu sekitar Rp10 juta. Anak saya juga sempat dikeroyok. Beberapa kali orang datang ke rumah mencari anak saya,” tuturnya.

Sehari setelah kebakaran, H Amir baru tahu kalau salah satu yang mencarinya dikenali oleh salah seorang keluarganya. Orang tersebut berasal dari Kampung Sapiria, Kelurahan Suangga. Kampung Sapiria selama dijuluki kampung narkoba.

Polisi sudah beberapa kali melakukan penggerebekan di lokasi ini. Namun, aktivitas perdagangan barang ilegal narkoba masih terus berlangsung. (Inikata/Fajar group)

Komentar