oleh

Kondisi Terkini Gadis 16 Tahun yang Pertaruhkan Nyawa Demi Menjaga Kesuciannya

MAKASSAR, INIKATA.com– Seorang gadis Berinisial AR (16) berjuang mempertahankan kesuciannya yang hendak direngut oleh nafsu bejat dua orang pria yang mengaku sebagai debt collector, walau nyawa jadi taruhan.

AR merupakan korban dugaan pemerkosaan dan penganiayaan berat hingga saat ini masih mengalami kondisi krisis di Rumah Sakit Pelamonia, Jl Jend. Sudirman, Makassar, Kamis (23/11/2017).

Ibu kandung korban, Chandra Ayu yang ditemui inikata.com mengatakan, korban mengalami luka robek dengan kedalaman 10 cm. Sehingga menjalani operasi selama 7 jam.

“Korban mengalami luka tusukan hingga 10 cm. Dan hasil dari dokter, tusukan terhadap pelaku mengenai pembulu darahnya,” ungkap Chandra Ayu saat ditemui di ruang ICU, RS Pelamonia, Makassar.

“Korban banyak mengeluarkan darah. Sehingga mengalami kritis hingga saat ini,” imbuhnya.

AR merupakan anak keempat dari pasangan dari dua insan, Herman Parerung (56) dan Chandra Ayu (46), beralamat Jln Sungai Poso, Lr.60, No.1 B, kecamatan Makassar.

Saat ini, AR masih menduduki kelas 2 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di keperawatan Pratidina Bhayangkara, Makassar.

Sebelumnya, Insiden ini berawal, saat kedua pelaku yang mengaku sebagai debt collector itu datang ke rumah korban, sekira pukul 15.45 Wita, untuk menagih biaya tunggukan motor.

Saat itu ayah kandung korban, Herman Parerung (56) sempat menemui kedua debt collector tersebut. Tapi kala itu, kedua Debt Collector pamit untuk pulang.

Malam hari, saat AR berada sendiri di rumah, Ayah dan ibunya keluar. Kedua Debt Collector itu kembali mendatangi rumah korban. Disinilah kejadian nahas itu terjadi.

AR yang baru saja habis mandi menggunakan handuk berbentuk jas rupanya memancing hasrat kedua pelaku untuk berbuat tak senonoh. kedua debt collector pun mengikuti korban dari belakang menuju ke lantai 2.

Diatas, kedua pelaku meminta AR untuk memenuhi hasratnya. Namun, korban pun menolak ditiduri.

“Kan Tasya habis mandi. Nah, disitu disambut kedua pelaku itu. Eh, tiba-tiba mereka ngikut dari belakang. Kemudian, meminta untuk meladeninya. Tapi korban tidak mau, malah menyuruhnya untuk ambil semua barangnya yang penting tidak dilakukan tindak asusila,” ungkap Chandra Ayu, ibu kandung korban.

Saat itu pula, kedua pelaku naik pitam, sehingga tega menikam korban sebanyak 8 kali, AR terkena tikaman di bagian leher sebanyak 7 kali sedangkan di mulut 1 kali.

“Pas sudah menusuk, kedua pelaku lompat dan meninggalkan rumah. Tetapi korban masih sempat sadar, lalu berteriak minta tolong,” jelas Chandra Ayu.

Hingga saat ini, Tasya menjalani perawatan di Rumah Sakit Pelamonia Makassar. Korban masih dalam kondisi kritis.

“Korban mengalami luka tusuk hingga 10 cm. Sehingga mengenai pembulu darahnya,” pungkasnya.(**)

Komentar