oleh

KPK Pantau Kasus Fee 30 Persen Camat se-Kota Makassar

MAKASSAR, INIKATA.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal turun tangan dalam menangani dugaan tindak pidana korupsi terkait kasus pemotongan anggaran Camat se-Kota Makassar sebanyak 30 persen pada tahun 2017.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemotongan anggaran Camat se-Kota Makassar sebanyak 30 persen itu akan dilakukan gelar perkara di Bareskrim Mabespolri Jakarta pada Senin 25 Juni 2018 mendatang.

Dimana kasus dugaan korupsi yang telah menonjol tersebut, telah menjadi eksitensi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Oleh karena itu KPK memberikan peluang kepada kepolisian untuk menyidik perkembangan kasus ini guna mengetahui pasti berapa taksiran kerugian yang ditimbulkan dalam pemotongan anggaran dana Camat se-Kota Makassar sebanyak 30 persen tersebut.

“KPK sudah melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus ini. Kami tidak main-main dan kami serius dalam kasus ini,” kata Dicky Sondani saat ditemui di Mapolda Sulsel, Jalan Printis Kemerdekaan Kota Makassar, Kamis (21/6/2018) sore tadi.

Dicky Sondani juga mengaku, dalam kasus tersebut Tim Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel telah melakukan pemerikasaan terhadap 24 orang termasuk Wali Kota Makassar, Muhammad Ramadhani Pomanto yang diperiksa sebagai saksi hari ini.

“Yang sudah diperiksa oleh penyidik sebanyak 24 orang. Ada lima orang Camat, Bendahara Kecamatan, Kasubag Keuangan Kecamatan, dan satu orang dari DPRD Kota Makassar yakni, Abdul Wahab Tahir yang diperiksa sebagai saksi,” kata Dicky Sondani saat menggelar pres rilis di Mapolda Sulsel.

“Pak Danny diperiksa hari ini sebagai saksi,” sambungnya.

Dicky Sondani juga mengaku, dalam permasalahan kasus ini, masih terdapat anggota DPRD Kota Makassar yang mangkir dari panggilan Tim Penyidik Polda Sulsel. Oleh karena itu Polda Sulsel akan melakukan agenda pemeriksaan kembali kepada Anggota DPRD Makassar tersebut.

“Tetap kita akan lakukan pemerikasaan juga terhadap anggota Dewan ini. Jadi yang sudah hadir adalah Wahab Tahir, dan satu orang lagi sudah kita panggil namun belum hadir karena memiliki kesibukan dia adalah Rahman Pina,” tutupnya.

Komentar