Lucunya Pengakuan Pasangan Ini Saat Kena Razia Satpol PP
4 Februari 2018 4:30
Pacaran. ILUSTRASI. FOTO: Pixabay.com. (JPNN/Inikata)

INIKATA.com – Satpol PP Banjarmasin, Kalsel, menggelar operasi pekat dengan menyasar hotel berbintang satu dan dua , Jumat (2/2).

Razia yang dimulai tak lama seusai azan subuh itu berhasil menjaring sembilan pasangan tak resmi.

Razia difokuskan di kawasan Banjarmasin Utara. Persisnya di Jalan Hasan Basri. Targetnya adalah Hotel Pesona, Hotel Wisata dan Hotel Familia. Banyak kisah lucu dari razia ini.

Seperti di Hotel Wisata, dari sebuah kamar Satpol PP mendapati pasangan muda dari Palangkaraya. Usia mereka baru 20 tahunan.

“Kami sudah bertunangan. Sudah hampir menikah. Kami cuma menginap satu malam di sini,” ungkap sang pria.

Yang alot di Hotel Familia. Pasangan muda ini menolak dibawa petugas. Alasannya, mereka menyewa kamar dengan dua tempat tidur.

“Coba lihat, ini kamar dengan dua bed. Sepanjang malam kami tidur terpisah. Tidak ngapa-ngapain,” tegas si perempuan.

Alasannya, mereka pasangan “setengah resmi”, jadi tak perlu takut.

“Kami menikah di bawah tangan, sah secara agama. Sudah cukup lama bersama. Ada kok surat keterangan dari penghulu. Sayang ketinggalan di Banjarbaru,” beber seorang perempuan yang terjaring di lantai dua Familia.

Satpol PP toh tak peduli. Jika tak bisa menunjukkan bukti bahwa mereka pasangan resmi, apapun argumennya, bakal diboyong ke dalam truk dalmas.

Sementara di Hotel Pesona, seorang cewek terjaring tanpa ditemani pasangannya. “Pacar saya sudah lebih duluan kabur. Entah ke mana dia,” ungkapnya menangis.

Razia ini rentetan dari giat pekat (penyakit masyarakat) yang mulai digencarkan pemko selama dua pekan terakhir. PSK (Pekerja Seks Komersial), waria, losmen hingga hotel terus dirazia.

Komandan Peleton I Satpol PP Banjarmasin, Rizkan Wahyudi mengatakan, kawasan Kayu Tangi memang menjadi target khusus dalam razia kali ini. Agar razia tak melulu terpusat di Banjarmasin Tengah.

“Jika biasanya cuma losmen dan hotel kelas melati, kali ini kami coba merazia hotel berbintang,” ujar Rizkan.

Seperti biasa, yang terjaring razia hanya didata dan dibina. “Sanksi utama sebenarnya sanksi sosial. Kan malu dibawa-bawa oleh Satpol PP dilihat orang banyak,” imbuhnya.(JPNN/Inikata)