oleh

Momentum Lebaran Bertepatan dengan Pilkada, Buat Pedagang Daging Sapi Siap Siaga

MAKASSAR, INIKATA.com – Dalam menyambut perayaan hari raya Idul Fitri mendatang, sepertinya akan membuat para pedagang daging sapi harus siap siaga.

Pasalnya, pada perayaan lebaran tahun ini juga bertepatan dengan momentum pilkada serentak 2018 mendatang. Sehingga para pedagang daging sapi harus siap siaga dalam memenuhi kebutuhan pada dua momentum yang bertepatan tersebut.

Salah satunya yang terjadi pada pedagang daging sapi yang berada di Rumah Potong Hewan Kota Makassar, Tamangapa, Manggala, Sulsel. Dimana para pedagang tersebut telah siap siaga dalam memenuhi permintaan konsumen.

“Untuk lebaran kali ini, kami sediakan 300 ekor di hari ketiga, sedangkan di hari kedua ada 500 ekor sapi,” kata Muchammad Luthfi Noegraha, Direktur Operasional Rumah Potongan Hewan (RPH) Makassar saat ditemui di RPH Makassar, Sulsel, Minggu (3/6/2018) dini hari tadi.

Selain itu, Muchammad Lutfhi Noegraha juga mengaku, akan mengantisipasi akan adanya permintaan konsumen yang tiba-tiba tinggi, dikarenakan momentum lebaran kali ini berdekatan dengan kontestasi pemilihan.

Dimana para calon yang berpartispasi dalam Pilkada serentak 2018 mendatang akan memanfaatkan momentum tersebut untuk berkampanye dan berkoordinasi dengan timnya.

“Saya akan koordinasi dengan para pengusaha untuk menyediakan cadangan sekitar 100 ekor sapi. Jadi kemungkinan ada penambahan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kota Makassar, Aru Armando mengatakan, dalam persediaan pasokan dan harga pada Ramadhan jelang lebaran saat ini masih stabil.

Menurutnya, hasil sidak yang ditemukan di Rumah Potong Hewan Kota Makassar itu seperti hasil survey yang telah dilakukan di 10 Kabupaten provinsi Sulsel beberapa waktu terakhir ini.

Namun tak menuntut kemungkinan tiga sampai dua hari sebelum lebaran akan ada kenaikan harga dikarenakan saat itu adalah puncak-puncak pemotongan sapi.

“Hasilnya stabil harganya tadi kita pantau itu Rp95 ribu per kilo ditingakat RPH mungkin nanti dari pihak konsumen akan menjadi Rp100 per kilo,” sambungnya.

“Kenaikan harga bisa sampai Rp110 sampai Rp115 perkilo ditingkat konsumen,” tutupnya. (**)

Komentar