OSO: Saya Orang yang Tidak Pernah Mau Ribut, Tapi Jangan Tantang untuk Ribut
18 Januari 2018 3:25
Dok. JPNN

INIKATA – Oesman Sapta Odang (Oso) menggelar silaturahmi dengan para ketua DPD dan DPC Partai Hanura se-Indonesia di rumahnya, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/1) malam. Dalam kesempatan itu, ketua umum Hanura pengganti Wiranto tersebut menyatakan tekadnya melawan melawan pihak-pihak yang mengganggu partainya.

Ratusan DPC dan puluhan DPD tampak bersemangat hadir memenuhi undangan tersebut. Semua kader Hanura yang hadir mengenakan jas kebesaran warna kuning kegelapan.

Oso dalam pidatonya menyatakan bahwa dia tetap sebagai ketua umum Hanura yang sah. “Saya bertanggung jawab bilamana terjadi sesuatu kepada Partai Hanura,” kata Oso disambut tepuk tangan dan teriakan para kader partainya.

Dia menegaskan, dua hari lalu sudah menyusun kepengurusan baru Hanura berdasar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Bahkan, kepengurusan baru itu sudah didaftarkan secara resmi ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

“Kemarin masukkan surat ke Kemenkumham. Ternyata ini hari sudah keluar keputusan itu bahwa kita yang sah,” kata Oso kepada kader-kadernya.

Karena itu Oso mewanti-wanti siapa pun agar tak mengganggu keutuhan partainya. Dia memerintahkan kader-kader partainya melawan segala bentuk upaya merobek perjuangan partai yang dipimpinnya itu.

“Saya bilang saya orang yang tidak pernah mau ribut. Tapi jangan ditantang saya untuk ribut,” kata Oso.

Menurut Oso, Ketua Dewan Pembina HanuraWiranto pun memahami sikapnya. Terlebih, Oso dan Wiranto sudah berpuluh tahun menjalin hubungan dan bekerja sama dalam berbagai organisasi.

Oso menuturkan, awalnya dia tak mau menerima tawaran Wiranto untuk memimpin Hanura. Mulanya, Oso sampai dua kali menolak permintaan Wiranto.

Tapi, Oso tak sanggup menolak ketika Wirantomeminta untuk ketiga kalinya. Namun, politikus asal Kalimantan Barat itu menyanggupi permintaan Wiranto dengan syarat bisa membawa Hanura makin besar.

“Pertanyaan saya apakah partai ini kecil atau besar? Kalau besar, di mana kesalahan saya? Ini berarti ada orang yang ingin memecah belah saya dan Pak Wiranto. Itu juga diucapkan PakWiranto kepada media,” kata Oso.

Lebih lanjut Oso meminta seluruh kadernya tetap bersatu dan memenangi pertarungan. “Di balik sikap saya yang keras ada hari nurani saya yang lembut. Saatnya kita menang, saatnya kita bertempur,” katanya.

Meski demikian Oso tetap memberi kesempatan kepada kader Hanura yang telah melawannya untuk kembali lagi. Tapi, kader itu harus berdisiplin dalam berorganisasi serta membangun komitmen dengan rakyat.

“Partai semakin besar. Banyak cara orang menghancurkan dan ingin partai ini menjadi kecil,” jelasnya. (JPNN)