Panas, Yusril Usir Panelis Saat Debat Publik Capres Konvensi Rakyat
14 Maret 2018 14:03

INIKATA.com – Debat Publik Capres Konvensi Rakyat digelar di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (12/3) berlangsung panas. Bahkan, salah seorang peserta sempat meminta salah seorang panelis keluar dari ruangan.

Percekcokan itu antara Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintanag (PBB) Yusril Ihza Mahendra dan Salim Said yang saat itu menjadi panelis.

Insiden tersebut saat sesi tanya jawab. Awalnya, Salim Said bertanya alasan Yusril ikut Konvensi Rakyat padahal dia punya partai.

Mantan Mensesneg itu menjawab dengan santai bahwa dia ikut konvensi karena tidak ada larangan. Terlebih Konvensi ini bersifat terbuka. Yusril tidak memungkiri telah ditetappkan sebagai capres Partai Bulan Bintang (PBB).

“Karena dalam amanat UUD 1945 calon presiden harus diusulkan oleh partai politik peserta Pemilu. Apalagi saya seorang kader partai,” ujarnya yang kala itu suasana masih tenang.

Salim kemudian melanjutkan pertanyaan. Kata dia, langkah apa yang akan ditempuh Yusril jika terpilih jadi presiden tapi tidak mendapat dukungan DPR. “Menghadapi DPR hanya butuh dua cara, diplomasi dan argumentasi,” jawab Yusril.

Selain itu, ia juga mengaku sudah berpengalaman dalam menangani DPR karena telah tiga kali menjadi menteri.

Saat menjawab pertanyaan itu, tiba-tiba nada bicara Yusril meninggi. Ia kemudian berbalik bertanya ke Salim mengenai pendapat pengamat politik-militer itu soal syarat calon presiden harus memiliki 20 persen di DPR.

Salim menolak menjawab. Ia beralasan bahwa kapasitasnya saat itu adalah untuk bertanya dan bukan menjawab.

“Hak tersebut berhubungan dengan amandemen UUD 1945 dimana kedudukan MPR diturunkan dari lembaga tertinggi sehingga DPR menjadi sangat berkuasa,” sanggah Salim.

Yusril mulai kesal. Ia merasa pertanyaan Salim soal dukungan DPR tidak layak ditanyakan. Terlebih Salim sudah tahu bahwa hal itu berhubungan dengan amandemen UUD 1945. Yusril dengan nada tinggi mengatakan, seharusnya pertanyaan tersebut ditujukan kepada yang mengamandemen UUD 1945.

“Amandemen kan bukan kerjaan saya. Tanya sama mereka,” kesalnya.

“Panitia, tolong dibenarkan ini panelis. Kalau perlu keluarkan dia dari sini,” kata Yusril sembari memandang ke arah panitia.

Selang beberapa menit kemudian Salim keluar dari Balai Sudirman tanpa mengucapkan sepatah katapun. (Inikata/rmol)