oleh

Panwaslu Masih Selidiki Dugaan Manipulasi Data C1 Pilwalkot Makassar

MAKASSAR, INIKATA.com – Pengawas Pemilihan Umum (Penwaslu) Kota Makassar telah melakukan pembahasan kedua soal inidikasi manipulasi C1 di Kecamatan Tamalate.

Manipulasi data C1 ini dilakukan Ketua PPK Kecamatan Tamalate atas perbedaan C1 dengan yang di upload di website Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar.

Pembahasan kedua dilakukan Panwaslu Kota Makassar untuk merumuskan apakah laporan dugaan pelanggaran tersebut akan dinaikkan statusnya atau tidak.

Hal tersebut dibenarkan oleh Humas Panwaslu Kota Makassar Maulana, ia mengungkapkan, Panwaslu telah melakukan pembahasan kedua.

“Iye sudah. Hanya kami melakukan pembahasan intensif,” kata Maulana pada INIKATA.com, Selasa (3/7/2018).

Ditanya soal hasil pembahasan kedua bersama Gakumdu, Maulana mengungkapkan, Panwaslu Makassar masih akan terus melakukan penyelidikan intensif.

“Kami masih punya waktu lakukan penyelidkan intensif dalam waktu dua hari,” pungkas Maulana.

Selain itu, Ketua Panwaslu Makassar, Nursari mengungkapkan beberapa indikasi pelanggaran yang dilakukan, salah satunya karena temuan tersebut berpotensi menghilangkan hak konstitusional seseorang sebagai warga negara.

“Karena menghilangkan hak konstitusional orang itu adalah pidana yang ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan atau maksimal 9 tahun. Nah, kalau penyelenggara yang terbukti melakukan itu, maka ancamannya maksimal ditambah sepertiga,” jelas Nursari beberapa waktu lalu.

Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang pidana terkait pemalsuan data hasil pemungutan dan penghitungan suara Pemilu. (**)

Komentar