Parah!!! Bahan Takjil yang Mengandung Formalin Dipasok Dari Maros
17 Mei 2018 15:15
Dinkes Makassar saat menggelar Sidak di Pasar Tradisional

MAKASSAR, INIKATA.com – Dinas Kesehatan Kota Makassar berhasil menemukan bahan pokok takjil yang mengandung campuran berbahaya (Formalin) di Pasar Terong. Bahan pokok Takjil tersebut berasal dari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Itu disampaikan langsung oleh pedagang bahan takjil, Nannu. Dia mengaku mengambil bahan takjil yang mengandung formalin itu dari salah satu pedagang di Kabupaten Maros. Meski begitu, dia enggan menyebut pemasok bahan takjilnya tersebut.

“Tidak kutahu namanya (pemasok), yang jelas 95 persen pedagang di sini ambil di tempat yang sama, langsung dibawa dari Maros, subuh dibongkar di depan masjid, ada bilang orang jawa punya, tapi kita tidak tahu pastinya karena langsung diambil saja klo ada membongkar,” kata Nannu, Kamis (17/05/2018).

Sidak ini dilakukan untuk mengecek kadar kesehatan bahan pokok Takjil yang dijajakan para pedagang. Mengingat, bahan pokok Takjil seperti cendol adalah satu dari sekian banyak makanan yang paling digemari oleh masyarakat saat berbuka puasa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Naisyah mengatakan, bahan yang ditemukan bercampur dengan zat berbahaya adalah Kolang-kaling.

“Kita temukan kolang-kaling yang mengandung formalin, jadi kolang-kaling yang kalau dipencet keras, berarti itu mengandung pengawet berbahaya. Kita minta disdag sita dan telusuri sumbernya,” kata Naisyah, disela sela periksaan sampel bahan takjil.

Naisyah menambahkan, pemeriksaan ini akan terus dilakukan di 8 pasar tradisional dan 10 pasar modern.

“Rencananya, delapan pasar tradisional itu akan kita periksa dan selesaikan dalam dua hari,” ujar Naisyah.(**)