Pilwali Makassar, DIAmi Masih Punya Peluang
23 Mei 2018 9:22

MAKASSAR, INIKATA.com – Badang Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulsel telah memanggil Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar.

Pemanggilan KPU Makassar tersebut, untuk melakukan klarifikasi terkait keputusannya mengabaikan putusan Panwaslu Makassar dalam sengketa Pilwalkot Makassar 2018. KPU Makassar dilaporkan ke Bawaslu oleh tim hukum pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi).

Pengamat politik Unuversitas Hasanuddin (Unhas), Sukri Tamma berpendapat, kedua lembaga antar KPU dan Bawaslu betul betul menggunakan pemahaman Undang-Undang sesuai substansinya.

“Perbedaan pandangan diantara keduanya dapat saja menimbulkan pemaknaan lain dari masyarakat bahwa kedua lembaga ini tidak betul betul profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya atau memang undang undang yang ada memiliki celah sehingga dapat menimbulkan makna yang berbeda,” kata Sukri, Rabu (23/5/2018).

Menurutnya ketidak pastian hukum seperti yang dialami Pilkada kota makassar saat ini bisa menjadi tolak ukur, belum siapnya penyelenggara mengatur proses demokrasi yang ada.

“Opsi untuk menunda pilwali seharusnya adalah pilihan paling akhir, karena pada dasarnya permasalahan ini kan hanya menunggu bagaimana keputusan KPU Makassar. Namun apapun pertimbangan yang mereka pikirkan, seharunya bisa ditelaah berdasarkan aturan yang ada,” pungkas Sukri.

Melihat fenomena dan keridak pasrian hukm tersebut, sukri menilai bahwa pasangan calon walikota dan wakil walokota Makassar DIAmi masih punya peluang pada kontertasi itu.

“Peluang Pak Danny tentu masih ada, namun semua bergantung pada bagaimana keputusan yang akan diambil oleh penyenggara pemilu,” tandasnya. (**)