Pilwalkot Makassar: Kotak Kosong Lebih Kuat
25 Mei 2018 15:08

MAKASSAR, INIKATA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar telah mengambil langkah untuk menetapkan Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar hanya satu paslon.

Melihat polemik demikian, Walikota Petahana, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto yang digugurkan oleh KPU Makassar sebagai peserta di Pilwali Makassar itu menganggap bahwa kotak kosong lebih kuat dari DIAmi.

“Kotak kosong ini lebih kuat dari pada DIAmmi,” kata Danny Pomanto yang sebelumnya bergandengan dengan Indira Mulyasari Paramastuti tagline DIAmi pada Pilwali Makassar sebelum digugurkan, Jum’at (25/5/2018).

Menurutnya, ini adalah tiga langkah politik yang muncul karena adanya desakan yang notabenenya melanggar Undang-undang(UU), bahkan di DPR RI juga merasa bahwa ini adalah pelanggaran.

“Kita tidak terkait dengan tanggal 27 Mei, ini tiga langkah politik bagaimana karena sekarang desakan termasuk teman-teman di DPR RI juga merasa ini adalah pelanggaran UU, inikan pelanggaran UU karena melihat diskusi kemarin di Trijaya fm tentang polemik kesimpulan disitu adalah tidak ada paslon,” ungkapnya

Danny Pomanto sendiri beranggapan bahwa saat ini ada tiga pandangan yang terjadi di Sengketa Pilwali Makassar semenjak Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) telah mengeluarkan putusan hasil musyawarah sengketa Pilwali yang bersifat mengikat dan sah. Namun itu tak direalisasikan oleh KPU Makassar.

“Jadikan masih ada tiga pandangan sekarang ini kenapa kisruhnya itu, menurut posisi hukumnya itu tidak ada paslon, paslon apa yang sekarang ada sk nya?, tidak ada, semua tercabut karena putusan Panwas itu sah. Kedua, satu paslon ini pandangannya KPU, yang ketiga dua paslon yang harus diakomodir, nah ini sekarang masih status kuo, begitu,” tegas Dany Pomanto.

“Kita persiapkan semuanya, kita berisap satu paslon, dan kita bersiap dua paslon. Dan Kotak Kosong itu lebih kuat daripada DIAmi,” tutupnya. (**)