Polda Sulsel Siap Dukung Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
17 April 2018 15:35
Polda Sulsel dan BPJS Ketenagakerjaan

MAKASSAR, INIKATA.com – Polda Sulsel siap mendukung program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan mendorong tingkat kepatuhan pemberi kerja di Sulsel.

“BPJS Ketenagakerjaan menjalankan amanah UU Nomor 24 tahun 2011 turut mendorong kesejahteraan pekerja dan keluarganya dan tentunya kami juga sebagai lembaga penegak berjalannya hukum dan aturan perundang-undangan tersebut siap mengawal dan mensukseskan program BPJS Ketenagakerjaan,” kata Irjen Pol Umar Septono, Kapolda Sulsel.

Dia menambahkan, pihaknya bersama BPJS Ketenagakerjaan siap berkoordinasi sesuai garis komando dan juga bersinergi dengan Polda untuk melakukan sosialisasi bersama Polres atau Polsek agar pemberi kerja benar-benar mendaftar dan melindungi seluruh pekerja dengan program BPJS Ketenagakerjaan.

“Saya meminta kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk fokus dan turut memperhatikan pekerja dan masyarakat kecil, sehingga hak-hak mereka sebagai warga Negara, yakni mendapatkan perlindungan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan dapat terlaksana dan meluas di seluruh wilayah di Sulawesi Selatan,” tutur Umar Septono.

Dia juga mengatakan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan guna meningkatkan kepedulian kepada masyarakat kecil, pertama orang miskin tidak butuh belas kasihan, yang dibutuh adalah perlindungan dan rasa peduli. Kedua kita butuh mereka sebagai ladang berkah dan ketiga untuk menyentuh mereka lakukanlah dengan kerendahan hati.

“Saya salut dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan yang menjemput bola turun ke pasar-pasar untuk mendaftarkan pekerja informal, ini acdalah salah satu bentuk kerendahan hati BPJS Ketenagakerjaan,” puji Umar Septono.

Deputi Direktur Wilayah Badan Peneyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Sudirman Simamora menjelaskan maksud pertemuannya dengan Kapolda tersebut selain membangun hubungan silahturahmi juga mengharapkan dukungan Polda Sulsel, agar dapat turut mengawal berjalannya program BPJS Ketenagakerjaan, khususnya meningkatkan kepatuhan perusahaan.

“Tingkat universal coverage kepesertaan BPJS Ketenagkerjan di Sulsel baru mencapai 29 persen dari total pekerja yang terlindungi, kami mengharapkan dari pertemuan ini dapat berujung pada hubungan baik dalam perluasan kepesertaan dan peningkatan kepatuhan peserta BPJS Ketenagakerjaan, dan kami pun siap turun lapangan bersama Polda untuk melakukan sosialisasi bersama tentang pentingnya mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan di Sulsel,” jelas Sudirman.

Sudirman menambahakan, BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan empat program diantaranya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian(JKm), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

Program JKK misalnya, memberikan manfaat layanan antara lain biaya transportasi dari lokasi kecelakaan kerja ke rumah sakit, pengobatan di PLKK sampai dengan sembuh, Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja, Santunan Cacat hingga 56 kali gaji terlapor, Santunan kematian Akibat Kecelakaan Kerja hingga 48 kali gaji terlapor dan Beasiswa bagi satu orang anak dari peserta yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja.

“Saat ini masih banyak pekerja informal atau bukan penerima upah belum terlindungi oleh BPJS Ketenagakeraan, padahal tingkat resiko kerja mereka cukup rentan terjadi resiko kerja,” tambah Sudirman.

Sudirman Simamora mengatakan, pihaknya akan lebih gencar melakukan sosialisasi masif tentang pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan baik itu menggandeng lembaga Negara lain atau menggunakan akses media sosial dan media massa yang diharapkan dapat memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami harap mindset pemberi kerja dan pekerja dapat berubah, bahwa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bukan sebagai satu beban, tapi sebuah kebutuhan mendasar,” pungkas Sudirman Simamora. (**)