oleh

Ramadhan, Spekulasi Politik Sulit Dihindari

MAKASSAR, INIKATA.com – Momentum politik yang jatuh pada bulan suci ramdhan itu pasti banyak dimanfaatkan oleh elit politik yang akan melakukan pertarungan di pentas demokrasi.

Pakar Politik UIN Alauddin Makassar, Syahrir Karim mengatakan, pemanfaatan politik dalam meraih simpati pemilih dibulan suci ramadhan faktanya sulit dihindari walau himbauan penyelengara pemilu sudah massif dilakukan.

“Faktanya memang sulit dihindari pemanfaatn politik dalam meraih simpati pemilih dibulan ramadhan. Meskipun Bawaslu mewanti-wanti agar jagan memanfaatkn masjid untuk kampanye,” kata Dosen Syahrir Krim saat dikonfirmasi inikata.com melalui pesan elktroniknya, Senin (21/5/2018).

Menurutnya, Walau Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah mewanti-wanti terjadinya praktek politik dibulan suci ini, apa lagi di tempat suci seperti Masjid, para kontestan tak habis akal untuk memanfaatkan momen yang sangat strategis ini.

“Tapi para kontestan tidak habis akal, bisa degan buka bersama, bagi-bagi sembako dan menu buka puasa, dan lainnya,” tendasnya.

Untuk itu, dia (Syahrir Karim) berharap agar para elit politik maupun Paslon yang akan berkompetisi pada pesta demokrasi untuk menghormati bulan yang suci ini dengan tidak menodainya dengan hal-hal yang bisa mengurangi pahala puasanya.

“Harapan kita memang, bahwa para paslon tetap menghormati bulan suci ini degan tidak menodainya degan hal yang bisa mengurangi pahala puasanya,” tuturnya.

“Tensi politik juga mestinya diturunkan agar bisa mnjadi ajang Tabayyun khusus bagi para kandidat. Momentum lebaran juga mestinya jadi ajang rekonsiliasi politik, agar tensi politik turun mnjelang hari H,” tambahnya.

Komentar