Ribuan Warga Kota Tegal Belum Ngurus E-KTP, Ini Alasannya
14 Maret 2018 10:24
Ilustrasi (IST)

TEGAL, INIKATA.com – Sebanyak 13.405 warga Kota Tegal terancam kehilangan hak pilihnya dalam Pemilihan Walikota (pilwalkot) 27 Juni mendatang. Penyebabnya, karena mereka hingga saat ini belum mengurus KTP elektronik (E-KTP).

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Tegal bahwa jumlah penduduk Kota Tegal pada semester II tahun 2017 meningkat dari 280.980 menjadi 281.809 atau sebanyak 900 jiwa.

Dia menjelaskan, dari jumlah itu, data wajib E-KTP ada 205.237 jiwa, sedangkan sisanya 13.405 jiwa belum melakukan perekaman KTP Elektronik.

Budi menjelaskan, banyak faktor sehingga masyarakat masih ada yang belum mengurus E-KTP.  “Mereka yang belum melakukan perekaman disebabkan karena banyak faktor,” tuturnya.

Faktor-faktor itu diantaranya sebagai wajib E-KTP pemula yang usianya baru 17 tahun. Kemudian sebagian dari mereka merupakan para pedagang yang bekerja diluar daerah seperti warteg, pekerja asal Tegal yang bekerja di luar negeri, dan nelayan.

Dia pun berharap agar masyarakat Kota Tegal segera mengurus E-KTP.

“Bagi masyarakat Kota Tegal yang belum melakukan perekaman E-KTP kami berharap agar tertib untuk segera melakukan perekaman,” harapnya.

Sebelumnya KPU RI mengatakan bahwa kebijakan tunggal untuk pemilih di pilkada serentak adalah bagi pemilik KTP elektronik (e-KTP). Kebijakan itu berdasarkan Undang-undang Nomor 10 tahun 2016. (**)