oleh

Saat Mantan Napi Teroris Ini Menceritkan Kisahnya

INIKATA.com — Mantan nara pidana teroris (napiter) Ali Fauzi Manzi menceritakan kisahnya setelah keluar dari jaringan teroris internasional.

Ali mengaku kehidupannya penuh dengan lika-liku dan ancaman. Hampir setiap hari dirinya menerima surat kaleng dan pesan singkat bernada ancaman.

“Di-message secara terang-terangan mengancam saya dan menyebut saya mutad dan kafir maka perlu disingkirkan, kata Ali di Gedung LIPI, Jakarta, Kamis, (17/5).

Ali mengaku ancaman tersebut tidak membuat niatnya kembali ke jalan yang benar surut. Bahkan kediamannya di Lamongan pernah dikirim bom berbentuk parsel.

“Saya ini penggemar burung, suatu ketika burung-burung saya pada terbang ke sana kemari. Waktu saya cek ternyata dipojokkan ada bungkusan kantong plastik,” bebernya.

Ia selalu berbaik sangka, awalnya ia menduga bungkusan itu merupakan nasi berkat dari tetangga yang habis menggelar hajatan.

Ternyata ketika dibukanya, ia melihat ada kabel yang terhubung dengan pintu rumahnya. Jika ada dorongan ke pintu maka ledakan besar dapat terjadi.

“Saya langsung telpon kepolisian untuk mengirim tim Gegana untuk amankan bom tersebut,” pungkasnya. (Inikata/RMOL)

Komentar