Saat Menikam dan Memperkosa Korban, Utta Rasakan Begini
23 Desember 2017 16:20
Timsus Polda Sulsel berhasil meringkus pelaku penikaman Martini di kota Makassar, Sabtu (23/12/2017)

MAKASSAR, INIKATA.com – Seorang pemuda asal Kampung Genteng, Kecamatan Mangkendek, Tana Toraja ini terpaksa habisi nyawa Martini Marni (21) lantaran cintanya ditolak berulang kali.

Pemuda ini diketahui bernama Putra alias Utta (19) salah satu siswa Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Barombong, Makassar, diringkus Tim Khusus Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel, Sabtu (23/12/2017) sekiranya pukul 11.00 Wita.

Insiden ini bermula saat pelaku mengutarakan cintanya kepada Martini. Namun, korban menolaknya lantaran tak mempunyai perasaan terhadap pelaku.

Pelaku pun terus berupaya untuk mendapatkan hatinya. Selama 3 bulan, pelaku berjuang mendapatkan isi hati korban. Merasa kecewa atas penolakan terhadap dirinya, sehingga ia pun menunggu korban di persimpangan jalan. Saat tiba dihadapannya, ia memukul dengan balok. Kondisi korban mulai tak sadarkan diri, lalu terjatuh.

Tubuh korban pun diseret hingga ke tempat rawa-rawa di Kelurahan Tampo, Kecamatan Mangkendek, Kabupaten Toraja, Selasa (19/12/2017). Kendati demikian, korban ditikam secara membabi buta, sehingga tak bernyawa lagi. Disamping itu, akal sehat pelaku sudah tak ada, sehingga tega memperkosanya.

“Kesal, sudah tiga bulan berupaya mendapatkan hatinya, tetapi jerih payahku tak dihargai. Terpaksa, saya pukul dan menikamnya berulang kali,” terang Utta saat ditemui di Posko Timsus Polda Sulsel, Jl Pengayoman, Makassar.

Bahkan, ia sempat membuka celana korban, dan melakukan aksi bejatnya, yakni memperkosa korban. “Iya saya perkosa dia. Dan rasanya enak juga,” ungkapnya.

Sementara, Dantimsus Polda Sulsel, Ipda Arthen mengatakan, pelaku diringkus saat koordinasi dengan Polres Toraja terkait keberadaannya berada di kota Makassar.

“Iya, kami amankan di kawasan kota Makassar. Lalu, membawanya ke posko Timsus Polda Sulsel. Pelaku ini diamankan karena membunuh seorang wanita, Martini,” tambahnya Arthen. (**)