Saksi Appi-Cicu Walk Out, Pengamat: Tak Ada Alasan Untuk Tidak Menerima Hasil
7 Juli 2018 16:29

MAKASSAR, INIKATA.com – Rapat pleno terbuka hasil pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar yang digelar di Hotel Max One kemarin diwarnai aksi walk out dari saksi pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmayika Dewi (Appi-Cicup).

Saksi Appi-Cicu walk out, berawal dari tidak ditemukannya formulir DA1 di dalam kotak suara Kecamatan Bontoala. Formulir DA1 itu, adalah dokumen yang harus dibacakan PPK dalam rekapitulasi ini.

Pengamat politik Unuversitas Hasanuddin (Unhas), Sukri Tamma mengungkapkan, setiap pihak yang terlibat dalam kontestasi pilkada harus dapat bersikap dewasa dalam menerima apapaun hasil dari proses demokrasi ini.

“Bukankah di awal pilakda setiap calon sepakat untuk siap menang dan siap kalah? dengan demikian setiap pihak semestinya sejak awal tahu betul bahwa mereka semua punya pelunag menang, namun juga peluang untuk kalah di saat bersamaan,” katanya pada INIKATA.com, Sabtu (7/7/2018).

Sukri Tamma juga mengungkapkan, aksi wakl out tentu saja merupakan hak individu, namun dalam konteks regulasi sikap tersebut tentus aja tidak akan memberikan pengaruh apa-apa karena hasil penghitungan telah ditetapkan oleh KPU.

“Jika seluruh proses telah berjalan dengan baik sesuai dengan aturan-aturan yang ada, maka tidak ada alasan untuk tidak menerima hasil apapun itu karena merupakan representasi dari keinginan masyarakat sesuai dengan semnagat demokrasi,” pungkasnya.

Lebih lanjut kata Sukri Tamma, jika ada pihak-pihak yang tidak dapat menerima putusan tersebut, maka hal tersebut akan dipahami oleh masyarakat sebagai sikap yang tidak mengakui suara mayoritas rakyat.

“Hal ini akan menjadi contoh yang kurang baik dalam upaya kita memberikan pendidikan politik yang lebih baik kepada masyarakat tentang bagaiman menyikapi proses demokrasi,” turupnya.

Diketahui, hasil dari rapat pleno terbuka pemilihan walikota dan wakil walikota Makassar menyebut Kolom Kosong unggul dari calon tunggal Appi-Cicu. (**)