Sejumlah Daerah di Jateng Dilanda Banjir, Longsor, Hingga Angin Ribut
3 April 2018 13:58
Ruas jalan di Dusun Cirangkong, Desa Bener, Kecamatan Majenang, Cilacap tertutup material longsoran. (istimewa)

SEMARANG, INIKATA.com – Sejumlah daerah di Jawa Tengah mengalami bencana alam, menyusul hujan deras yang masih sering terjadi. Mulai dari banjir, longsor, hinga angin ribut.

Seperti di daerah Kabupaten Cilacap, banjir dan longsor melanda daerah itu sejak Senin (2/4) malam. Hingga Selasa (3/4) banjir sudah mulai surut.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap Martono, genangan banjir sudah mulai surut.

“Genangan banjir sudah mulai surut sejak dini hari tadi, sedangkan longsor masih dalam penanganan,” ujar Martono.

Dijelaskannya, banjir yang terjadi pada Senin (2/4) malam sempat menggenangi Desa Sindangsari, Padangjaya, Pahonjean, dan Mulyadadi, Kecamatan Majenang. Sedikitnya 10 rumah warga di Desa Sindangsari terendam banjir dengan ketinggian air berkisar 20–60 centimeter sehingga sebanyak lima keluarga mengungsi ke musala terdekat.

Banjir di Desa Mulyadadi merendam 19 rumah dengan ketinggian air berkisar 10–60 centimeter sehingga 10 keluarga mengungsi ke rumah tetangga.

Hingga Selasa (3/4), genangan air sudah surut. “Kami akan segera mengirimkan logistik berupa karung plastik untuk penanganan darurat terhadap tanggul yang jebol serta makanan untuk konsumsi pengungsi dan warga yang bekerja bakti,” tutur Martono.

Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis BPBD Cilacap Wilayah Majenang Edi Sapto Priyono mengatakan hingga Selasa (3/4) pagi, banjir yang menggenangi empat desa telah surut.

“Namun banjir tersebut masih menggenangi areal persawahan siap panen. Tanaman padi yang tadinya sudah kering dan siap dipanen, akhirnya basah karena genangan air,” tutur Edi.

Cilacap juga dilanda tanah longsor, yang terjadi di Dusun Cirangkong, Desa Bener. Longsor ini menutup ruas jalan kabupaten menuju Desa Sepatnunggal, Sadahayu, dan Pengadegan.

Terkait dengan longsoran di Dusun Cirangkong, Edi mengatakan pihaknya akan segera menanganinya agar ruas jalan yang tertimbun longsor dapat dilalui kendaraan kembali.

Sedangkan angin ribut terjadi di Kabupaten Temanggung. Sebanyak 17 rumah di Desa Kedu mengalami rusak.

Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung Gito Walngadi, mengatakan, bencana angin ribut disertai hujan yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB tersebut melanda sejumlah dusun di Desa Kedu, Kecamatan Kedu.

Angin ribut itu melanda Dusun Potrokasan, Bringinsari, Kauman, Carikan, dan Dusun Potrogalan Desa Kedu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi 17 rumah mengalami rusak ringan.

Menurut Gito, sejumlah rumah tersebut rusak di bagian atap, sebagian genteng terbang tersapu angin. Dia mengimbau masyarakat selalu waspada karena angin ribut bisa muncul secara tiba-tiba disertai hujan. (**)