oleh

Soal Format C1 yang Sudah Terisi, Ini Kata Jubir NH-Aziz

MAKASSAR, INIKATA.com – Menjelang pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Sulsel, situasi kini mulai memanas. Kali ini, beredar lembar formulir C1 Pigub Sulsel yang telah diisi ditemukan di Kelurahan Parang Layang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Senin (25/6/2018).

Surat C1 pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) mendapat 100 suara, Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL) mendapat suara 9, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) sebanyak 20 dan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) sebanyak 90.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara (Jubir) NH-Aziz, Arman Mannahawu mengungkapkan, ada beberapa pihak akan berusaha menjatuhkan pasangan NH-Aziz lewat format C1 yang sudah terisi sebelum pemungutan suara digelar.

“C1 itu teliti dulu apa asli atau palsu karena ada dugaan itu C1 palsu, maka jika benar itu palsu berarti diduga ada pihak yang mau ciptakan opini buruk tentang NH-Aziz,” kata Arman pada INIKATA.com, Selasa (26/6/2018).

Mantan ketua KNPI Kota Makassar ini juga menyebut bahwa jika ingin menang dengan cara seperti itu, tak perlu selama ini NH-Aziz getol bertatap muka dengan warga.

“Seluruh Kabupaten dikunjungi Pak NH dan Ustadz Aziz, setiap kunjungan NH-Aziz mendengar aspirasi dan melihat keadaan kota dan kampung halaman. Itu semua kita lakukan karena kita mau menang karena keinginan warga Sulsel,” ungkap Arman.

Diketahui, lembar formulir tersebut ditemukan di 9 TPS yang ada di Kecamatan Bontoala. Dimana, lembar tersebut telah ditandatangani oleh anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan tetapi namanya tidak dicantumkan di dalam surat C1 tersebut. (**)

Komentar