Stop Kriminalisasi Guru, KNPI Sidrap Siap Kawal Hingga Tuntas 
14 Maret 2018 12:41
Logo KNPI (IST)

SIDRAP, INIKATA.com – Salah seorang guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Tanrutedong, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap, Hj Sarrati,  di Polisikan salah seorang orang tua murid hanya karena persoalan sepele setelah memukul betis muridnya menggunakan mistar.

Atas kejadian tersebut, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sidrap, sangat menyayangkan hal tersebut bisa sampai masuk keranah hukum, padahal masalah ini masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kami sangat menyayangkan masalah ini dilaporkan ke pihak Kepolisian yang seharusnya masih dapat diselesaikan secara kekeluargaan, antara orang tua murid dengan pihak sekolah dengan melibatkan Ketua Komite Sekolah sebagai wakil orang tua murid,” ujar Ketua Bidang Hukum DPD KNPI Sidrap, Harmoko, di Pangkajene, Sidrap, Rabu (14/3/2018).

Menurutnya, semua guru pasti memiliki niat yang suci mendidik muridnya dengan baik agar kelak anak didiknya dapat meraih sukses dan berhasil dengan baik, sehingga pihaknya meminta kepada seluruh orang tua murid untuk tidak mengkriminalisasi guru yang telah berjasa membimbing dan mendidik anak-anak kita semua.

Sementara itu, Ketua KNPI Sidrap, Abdul Jabbar, juga ikut angkat bicara terkait kriminalisasi guru, dan berharap agar guru tidak selalu menjadi sasaran tembak dari keluarga murid.

“Stop Kriminalisasi Guru. Kalaupun ada masalah yang terjadi di sekolah, harusnya dibicarakan dan diselesaikan di sekolah. Jangan langsung di giring ke ranah hukum, dan saya yakin pasti guru punya alasan tersendiri dalam mengambil tindakan” katanya.

Menurut Dosen STISIP Muhammadiyah Rappang ini, KNPI secara kelembagaan akan membangun komunikasi dengan Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sidrap dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sidrap untuk bersama mengawal dan mendampingi guru tersebut.

“Kami terpanggil untuk mengawal kasus ini, karena kami yakin jika kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Karena kalau tidak, ini bisa menjadi ancaman rusaknya moral dan mental generasi pelanjut kita” ujar Jabbar. (**)