oleh

Syahri Mulyo Akhirnya Menyerahkan Diri, KPK Apresiasi Sikap Kooperatifnya

INIKATA.com – Setelah “menghilang” beberapa hari, Bupati Tulungagung Syahri Mulyo akhirnya menyerahkan diri. Belum diketahui pasti alasan yang bersangkutan sempat berupaya menghindari jerat hukum.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, saat ini Syahri telah berada di ruang penyidikan. Dia akan dilakukan pemeriksaan terkait keterlibatannya dalam dugaan suap proyek peningkatan jalan.

“SM, Bupati Tulungagung telah mendatangi kantor KPK dan saat ini sedang berada di ruang pemeriksaan KPK,” ujar Febri di Jakarta, Sabtu (9/6).

Febri menuturkan, Syahri datang menyerahkan diri sekitar pukul 21:30 WIB. Bupati tersebut datang seorang diri ke gedung KPK.

Lebih jauh Febri mengaku, mengapresiasi penyerahan diri Syahri. Sebab, jika hal itu tidak dilakukan, maka akan semakin memperberat hukumannya saat ditetapkan bersalah oleh pengadilan nanti.

Sikap kooperatif Syahri juga diharapkan dapat berimplikasi baik terhadap pengungkapan kasus ini. Selain itu, niat baik ini tentu akan berdampak baik bagi tersangka di mata hukum.

“Kami hargai penyerahan diri tersebut. Sikap kooperatif terhadap proses hukum tentu akan berimplikasi lebih baik bagi tersangka ataupun proses penanganan perkara itu sendiri,” pungkas Febri.

Sebelumnya, penyidik KPK menetapkan Syahri Mulyo dan Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Itu dilakukan setelah sebelumnya KPK menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup kuat terkait adanya penerimaan uang suap dari pihak kontraktor kepada mereka.

Selain kedua kepala daerah tersebut, penyidik KPK juga menetapkan tersangka tiga pihak swasta yakni Agus Prayitno, Susilo Prabowo, dan Bambang Purnomo, serta Kadis PU danTata Ruang Kabupaten Tulungagung, Sutri. (IK/Fajar/JPC)

Komentar