Tak Becus Pimpin BUMD, DPRD Jatim Desak Pemprov Evaluasi Kinerja Dirut PT PWU Jatim
17 April 2018 20:40
Anggota Komisi C DPRD Jatim Musyafak Noer

SURABAYA, INIKATA.com – Komisi C DPRD Jatim mendorong agar Pemprov Jatim melakukan evaluasi terhadap dirut salah satu BUMD milik Pemprov yaitu PT PWU (Panca Wira Usaha) Jatim Basanto Yudoyoko yang kinerjanya tak membuahkan hasil selama memimpin PT PWU Jatim.

“Dulu kami memberhentikan Dirut PT PWU Jatim yang lama dengan mengganti yang bersangkutan ternyata kinerjanya sama saja. Percuma ganti pimpinan tapi tak ada hasil yang memuaskan,” ungkap anggota Komisi C DPRD Jatim Musyafak Noer saat ditemui di Surabaya, Selasa (17/4/2018).

“Kami minta Pemprov Jatim selaku pemegang saham BUMD tersebut melakukan evaluasi. Kalau perlu diganti,” lanjutnya.

Musyafak Noer mengatakan selama memimpin PT PWU Jatim, tak ada kinerja yang memuaskan yang dilakukan oleh Dirut PT PWU Jatim.

“Dua proyek saya katakan gagal selama selaku penerus kebijakan dirut sebelumnya yaitu pembangunan apartemen frontage yang saat ini mangkrak lahannya dan pembangunan jalan tol Legundi-Bunder-Manyar yang gagal,” jelasnya.

Pria yang juga politisi asal PPP ini menilai dalam mengambil keputusan seharusnya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada pihak legislative untuk dibicarakan bersama untung ruginya dalam mengembangkan usaha.

”Apa susahnya duduk bersama membicarakan bisnis plan dengan DPRD Jatim dalam mengembangkan usaha. Bukannya kalau sudah tersandung masalah baru mengadu dan minta bantuan ke DPRD Jatim,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalihnya untuk mengembangkan usahanya, PT PWU Jatim yang merupakan salah satu BUMD milik Pemprov Jatim mencoba berinvestasi di sector di jalan tol. Salah satu upayanya dengan menanam saham sebesar 20 persen di PT Waskita Karya untuk proyek pembangunan jalan tol Legundi-Bunder –Manyar. Tak tanggung-tanggung digelontorkan dana Rp 8 Triliun untuk investasi tersebut.

Ironisnya lagi, Tapi dalam proses investasi tersebut ditengah jalan ternyata ada syarat untuk membangun tol di Jatim harus ikut andil membangun tol di wilayah Sumatera dengan nilai investasi sebesar 25 persen yaitu mencapai Rp 12,7 T.

Hal inilah yang menjadi keberatan PT PWU Jatim, dan jika tidak mampu memenuhi persyaratan itu maka secara otomatis sahamnya akan terdelusi (terlempar) saham yang ada dijual atau dikembalikan dan saat ini atas kasus tersebut sekarang dalam proses hokum. (**)