Tak Tahan Melihat “Body Montok”, Pemuda Ini Garap Kesucian Anak 15 Tahun
24 Januari 2018 9:21
Pelaku pencabulan anak 15 tahun.(Foto: Jawapos)

INIKATA.com– Kasus pencabulan masih saja terjadi di wilayah hukum Polres Sampang. Terbaru, Halili, 21, warga Dusun Kombengan, Desa Poreh, Kecamatan Karang Penang, ditangkap polisi karena diduga menyetubuhi anak di bawah umur F (inisial), 15, asal Kecamatan Sreseh, Sampang.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, Halili kali pertama melihat korban pada Senin (15/1/2018). Pandangan pertama itu membuat Halili yang kini berstatus tersangka tergiur. Sebab, saat itu korban mengenakan pakaian terlalu seksi.

Sehari setelah pertemuan pertama tersebut, korban menginap di rumah tersangka. Kondisi rumah sepi sehingga tersangka bebas merayu korban.

”Modus tersangka meniduri korban yaitu dengan membujuk akan mengabulkan semua permintaan korban. Korban pun tergiur,” kata Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman saat rilis Selasa (23/1).

Perwira menengah yang baru menjabat Kapolres Sampang itu melanjutkan, perbuatan cabul tersebut terjadi di dalam kamar tersangka sekitar pukul 03.00. Karena rumah dalam keadaan sepi, tersangka leluasa melakukan hubungan laiknya suami istri bersama korban.

”Kejadian Selasa dini hari (16/1). Tersangka meniduri korban sebanyak dua kali,” imbuh mantan Kaden A Pelopor Satbrimob Polda Jatim itu. Budi menambahkan, Rabu (17/1) pihaknya mendapat laporan dari Wahib, 60, kakek korban.

Menindaklanjuti laporan itu, pihaknya memproses dan langsung mengamankan tersangka. Polisi mengeluarkan surat nomor LP/10/1/2018/JATIM/RES.SPG tentang tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak.

”Kami mengamankan BB (barang bukti) celana dalam korban warna hitam, BH warna oranye, kaus warna hitam, dan celana pendek berukuran mini warna biru dongker,” beber Kapolres.

Di hadapan wartawan, Halili mengakui meniduri korban sebanyak dua kali. Dia mengklaim, hubungan intim tersebut atas dasar suka sama suka. ”Awalnya saya memegang tangannya dan mencium pipinya lalu mengajak berhubungan intim,” ucapnya.

Pemuda bertubuh kecil itu mengaku tergoda karena pakaian yang dikenakan korban terlalu seksi. Setelah ditangkap polisi, kini dia mengaku menyesal. ”Saya menyesal,” ucapnya lantas tertunduk malu.

Atas perbuatannya itu, tersangka dikenakan pasal 81 ayat 2 subpasal 82 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dia terancam hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara.(Inikata/Jawapos)