oleh

Tanggapan Menteri Yohana Susanna Yembise Soal Pernikahan Dini Bocah SMP di Bantaeng

JAKARTA, INIKATA.com – Bocah 15 tahun yang kini menjadi viral di brerbagai sosial media yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bantaeng, Sulsel yang kebelet nikah juga dikomentari Menteri PPPA, Yohana Susanna Yembise.

Yohana Susanna Yembise menyebut, rencana perkawinan tersebut kiranya di tunda hingga sampai selesai sekolah. Terlebih lagi usianya belum mencukupi 18 tahun keatas.

“Saat ini kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah yang terkait di Bantaeng bahkan pemprov Sulawesi Selatan, kami meminta agar pernikahan tersebut di tunda saja sampai anak tersebut berumur sesuai yang diatur dalam UU, dan saya rasa umur kedua anak ini masih 15 dan 14 tahun seharusnya mereka tidak usah menikah dulu,” kata Yohana Susanna Yembise, kepada Inikata.com, usai menggelar rapat di Komisi VIII DPR RI. Senin (16/4/2018).

Ia menjelaskan meski anak tersebut berdalih kesepian berada di rumah sering ditinggal ayahnya, namun undang-undang tetap berjalan melindungi anak anak.

“Inikan negara hukum, semua kebijakan sudah dibuat dan diatur dalam undang undang untuk melindungi anak-anak, untuk itu, orang tua harus sadar bahwa anak kita dilindungin oleh undang-undang,” kata wanita kelahiran Manokwari Papua 1 Oktober 1958 ini.

Selain itu, ia juga menyebut akan merevisi undang-undang pernikahan, yang menyebut dalam pasal tersebut, umur 21 baru di perbolehkan untuk menikah, namun bila mana ada dispensasi khusus bisa diturunkan dan diizinkan perempuan 16 tahun dan laki laki 19 tahun.

“Jadi undang-undang pernikahan ini kita akan revisi untuk naikkan keatas kisaran 20 tahun keatas, revisi ini akan di sesuiakan dengan kondisi Indonesia atas keputusan bersama baik organisasi masyarakat, pemerintah dan DPR,” tutupnya. (**)

Komentar