Tega Bunuh Suami Sendiri, Jasad Korban Dikubur Dikebun Kakao
13 Januari 2018 8:51
ilustrasi garis police line larangan melintas di lokasi kejadian (IST)

INIKATA.com – Ibu rumah tangga berinisial TBP (50), warga Desa Petanduk, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara, tega menghabisi nyawa suaminya, Hasudungan Aruan (55), berprofesi sebagai petani.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada 15 Desember 2017 lalu.

Kapolsek Semadam, IPDA Saniman, menjelaskan kasus ini terbongkar saat abang kandung korban penasaran keberadaan adiknya tak pernah kelihatan lagi di Desa.

“Keluarga dari pihak suami mencurigai kehilangan korban pada Desember lalu. Dan mendatangi pelaku menanyakan keberadaan korban. Namun pelaku berdalih korban kerja di Medan,” urai Saniman saat ditemui, Sabtu (13/1/2018).

Namun, keluarga korban tidak percaya alasan tersebut. Apalagi, sejak menghilang korban tidak dapat dihubungi dan tanpa sepengetahuan warga setempat.

“Lalu keluarga korban mendatangi lagi istrinya dan menanyakan, dan disitu pelaku mengaku korban sudah dibunuh dan ditanam (dikubur) di kebun kakao,” kata Kapolsek lagi. Pengakuan itu disampaikan pelaku Kamis malam (11/1).

Jumat pagi, anggota Polsek Simpang Semadam dibantu pihak anggota dari Sat Reskrim Polres Aceh Tengagra mendatangi lokasi “penguburan” jasad korban yang berjarak 3 KM dari permukiman warga.

Dilakukan penggalian sedalam 50 CM dan menemukan jasad korban terbungkus dengan plastik. Jasad korban dikubur dalam keadaan ditekuk-tekuk, mulai membengkak dan mengeluarkan bau busuk.

“Jasad korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi, dan mengamankan tempat ditanam korban,” jelasnya lagi.

Sementara TBP mengaku dihadapan awak media, atas perbuatan itu dilakukan karena dirinya tidak tahan dengan tingkah suaminya yang sering melakukan kekerasan terhadap dirinya.

“Dia (Hasudungan Aruan) sering marah- marah dan memukul, meminta uang untuk membeli minuman,” imbuhnya.

Pelaku sudah diamankan di Polsek Semdam untuk menjalani pemeriksaan. (Jpnn/Inikata)